Jangan Coba-coba! Ini Bahaya Penggunaan Narkoba Bagi Remaja

Memahami bahaya narkoba pada kesehatan mental dan fisik adalah salah satu aspek terpenting untuk mengatasi efek negatif dari masalah ini.

Editor: Muji Lestari
Pixabay via BangkaPos
Ilustrasi Obat. Pahami risiko dan bahaya narkoba pada remaja 

TRIBUNJAKARTA.COM - Memahami risiko dan bahaya narkoba pada kesehatan mental dan fisik adalah salah satu aspek terpenting untuk mengatasi efek negatif dari masalah ini.

Selain merusak tubuh pengguna, penggunaan zat terlarang ini pun menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang besar.

Di Indonesia masyarakat umumnya masih menganggap narkoba sesuatu yang tabu.

Kurangnya pemahaman masyarakat untuk literasi dan edukasi bahwa kecanduan narkoba sebagai salah satu penyakit otak kronis, tentunya hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus diselesaikan oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia.

Apabila masyarakat yang telah terkena masalah narkoba maka mereka diwajibkan untuk menjalani rehabilitasi narkoba sebagai solusi terapi pengobatan baik secara medis dan sosial.

Baca juga: Ashefa Griya Pusaka Terpercaya dalam Pelayanan Rehabilitasi Narkoba

Remaja dan Narkoba

Penggunaan dan peredaran narkoba merupakan salah satu masalah utama yang kini dihadapi banyak negara.

Semakin banyak produsen ilegal yang berusaha mensintesis zat baru yang bahkan lebih berbahaya dari yang sudah ada.

Berdasarkan rilis United Nations Office on Drugs and Crime (UNODOC), ganja adalah jenis narkoba yang paling banyak dikonsumsi di dunia pada tahun 2016.

Kelompok utama pengguna terbesar ganja adalah remaja dan anak muda berusia 18 hingga 25 tahun.

Tentu bukan hanya ganja, bagi mereka yang masih tumbuh, bahaya narkoba lebih mengerikan karena lobus frontal, area otak yang bertanggung jawab atas perilaku, belum sepenuhnya terbentuk.

menggunakan narkoba. Salah satu faktor yang paling mempengaruhi remaja lebih rentan terhadap konsumsi zat terlarang adalah riwayat trauma atau pelecehan di masa kecil.

Anak-anak yang mengalami pelecehan, diabaikan oleh orang tua mereka atau memiliki kehidupan yang sangat sulit memiliki kecenderungan kuat untuk mengobati traumanya dengan mengkonsumsi narkoba.

Ketidakstabilan psikis adalah salah satu masalah yang memotivasi orang mencari narkoba.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved