Kritik Kebijakan Rumah 4 Lantai Anies Baswedan, Pengamat Tata Kota Kasih Solusi Peremajaan Kawasan

Nirwono Joga menyarankan Gubernur Anies Baswedan untuk melakukan peremajaan kawasan permukiman ketimbang izinkan pembangunan rumah tinggal empat lanta

KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA
Akademisi Universitas Trisakti dan pengamat lansekap, Nirwono Joga. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pengamat Lingkungan sekaligus Pakar Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga menyarankan Gubernur Anies Baswedan untuk melakukan peremajaan kawasan permukiman ketimbang izinkan pembangunan rumah tinggal empat lantai.

"Akan jauh lebih ideal lagi jika di permukiman padat dilakukan peremajaan kawasan permukiman, melakukan konsolidasi lahan bersama," katanya saat dihubungi, Senin (26/9/2022).

Meski sudah tertuang dalam Pergub Nomor 31 Tahun 2022 Tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Pencanangan DKI Jakarta, Nirwono tetap melihat kebijakan Anies soal rumah empat lantai bakal mengundang berbagai persoalan.

Dimulai dari ketimpangan sosial hingga berpotensi kecemburuan di masyarakat lantaran ekonomi yang berbeda.

Namun, dengan peremajaan kawasan permukiman bisa berdampak dengan pembangunan hunian vertikal.

"Kemudian dibangun hunian vertikal (rusunami utk warga lokal, rusunawa untuk warga pendatang) dilengkapi fasos fasum yang memadai dalam kawasan terpadu yang lebih layak huni, sehat, dan terjangkau, bebas bencana kebakaran dan banjir," pungkasnya.

Baca juga: Anies Diminta Kaji Ulang Kebijakan Izin Rumah 4 Lantai, Ini yang Dikhawatirkan Pakar Tata Kota

Diwartakan sebelumnya,\ Anies Baswedan mengizinkan warga Jakarta bangun rumah tinggal hingga empat lantai.

Hal ini dinyatakannya berdasarkan Pergub Nomor 31 Tahun 2022 Tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Pencanangan DKI Jakarta.

Izin pembangunannya pun tercantum dalam RDTR 2022 terkait perumahan dan permukiman yang layak terjangkau dan berdaya.

"Bapak ibu sekalian, rumah warga kita ini selama ini hanya boleh 1 lantai, 2 lantai. Sekarang untuk rumah tinggal akan dibolehkan sampai dengan 4 lantai di rumah-rumah tangga kita di Jakarta," jelasnya di Balai Kota DKI, Rabu (21/9/2022).

Orang nomor satu di DKI ini langsung menjabarkan sejumlah alasannya.

Pertama yakni untuk mengoptimalisasi lahan. Kedua untuk mendorong multifamily ownership dalam sebuah bangunan yang sama.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di acara Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) Ke-I Serentak DPC PPP Se-DKI Jakarta di Grand Paragon Hotel, Jakarta Barat, Minggu (25/9/2022)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di acara Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) Ke-I Serentak DPC PPP Se-DKI Jakarta di Grand Paragon Hotel, Jakarta Barat, Minggu (25/9/2022) (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

"Bahkan, bagi keluarga ini banyak sekali yang mengalami. satu keluarga, punya anak 2, 3, lahannya 100 meter. anaknya gede, anaknya pindah keluar, ujungnya orang tuanya pindah keluar, tanahnya dijual," lanjutnya.

"Sekarang dia bisa nambahin ke atas, dia bisa sama-sama tinggal sama-sama dengan keluarganya. Kakek neneknya dibawah, anaknya dua di lantai 2, lantai 3, ruang bersama," paparnya.

Untuk pembahasan ini, RDTR 2022 tersebut menggantikan RDTR 2014.

Di mana dalam RDTR 2014 menyebutkan rumah tinggal hanya boleh 1-2 lantai.

"Ini akan punya dampak cukup besar. Nantinya, Jakarta tidak flat, meningkat penduduknya nilai lahannya tinggi," paparnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved