Tempat Prostitusi Rawa Malang Ditutup, Koordinator Pemilik Kafe Remang-Remang Minta Ganti Rugi

enutupan tempat prostitusi Rawa Malang di RW 09 Cilincing, Jakarta Utara, per hari ini membuat para pemilik kafe remang-remang dirugikan.

Gerald Leonardo Agustino/TribunJakarta.com
Koordinator pemilik kafe Rawa Malang, Aril, mendesak pemerintah ganti rugi seiring penutupan tempat prostitusi tersebut, Senin (26/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Penutupan tempat prostitusi Rawa Malang di RW 09 Kelurahan Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara, per hari ini membuat para pemilik kafe remang-remang di lokasi merasa dirugikan.

Mereka meminta pemerintah menyiapkan solusi terkait penutupan tempat usaha ini supaya pemilik maupun pekerja di kafe Rawa Malang tetap bisa bertahan hidup.

Koordinator pemilik kafe Rawa Malang, Aril mendesak pemerintah ganti rugi seiring penutupan operasional lokalisasi tersebut.

"Jadi kalo saya sih simpel, kalo untuk ditutup konsekuensinya minta diganti rugi aja bangunan saya. Karena saya kan resmi, memiliki sertifikat," kata Aril di lokasi, Senin (26/9/2022).

Aril menegaskan, lokalisasi Rawa Malang berada di tengah-tengah permukiman warga.

Baca juga: Tempat Prostitusi Rawa Malang Ditutup Mulai Hari Ini, 20 Kafe Remang-Remang Berhenti Beroperasi

Keberadaan lokalisasi itu terbagi di wilayah RT 09 dan RT 10, RW 09 Kelurahan Cilincing.

Para pemilik sekitar 20 kafe remang-remang di sana, kata Aril, tak punya usaha lain selain tempat hiburan malam tersebut.

Apalagi, bangunan yang dijadikan kafe remang-remang dipastikan Aril sudah bersertifikat resmi seluruhnya.

"Bahkan mereka yang tinggal di sini itu mempunyai tempat tinggal yang sah, suratnya sertifikat. Bangunan resmi, ada sertifikatnya," kata Aril.

Ia pun memohon kebijakan pemerintah untuk memberikan modal jika ke depannya para pemilik kafe maupun pekerja seks komersial sudah tak lagi beraktivitas di Rawa Malang.

Suasana tempat prostitusi Rawa Malang, Cilincing, Jakarta Utara, setelah dipastikan tutup mulai hari ini, Senin (26/9/2022).
Suasana tempat prostitusi Rawa Malang, Cilincing, Jakarta Utara, setelah dipastikan tutup mulai hari ini, Senin (26/9/2022). (Gerald Leonardo Agustino/TribunJakarta.com)

Tak hanya itu, Aril juga memohon kebijakan pemerintah untuk menyiapkan dana ganti rugi apabila penutupan nantinya disertai pembongkaran bangunan.

"Saya minta disediakan usaha lah, untuk bisa bertahan hidup, menyambung hidup. Kalau pemerintah tidak menyediakan usaha untuk ke depannya ya kita mau makan apa, modal dari mana," ucap Aril.

"Kalo pemerintah mau ini ditutup ya kita kasih modal, kasih tempat lahan usaha di luar. Diganti bangunan kami," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved