Cerita Kriminal

Wanita Lansia Diduga Jadi Korban Penipuan Usai Beli Emas Seharga Rp 20 Juta di Permata Hijau

Seorang wanita lansia bernama Mariaty Achmad (68) diduga menjadi korban penipuan jual beli emas.

Annas Furqon Hakim/TribunJakarta.com
Kuasa hukum pelapor kasus dugaan penipuan jual beli emas, Ficky Achmad, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (26/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Seorang wanita lansia bernama Mariaty Achmad (68) diduga menjadi korban penipuan jual beli emas.

Ia telah melaporkan dugaan penipuan itu ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 5 Februari 2021 lalu. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/206/II/2021 RIS.

Namun, kuasa hukum pelapor, Ficky Achmad, mengatakan penyelidikan kasus dugaan penipuan tersebut dihentikan.

Ficky mengungkapkan, Polres Metro Jakarta Selatan mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penyelidikan pada 21 September 2022.

"Laporannya sudah setahun lebih, akhirnya terbit SP3 pada 21 September 2022 dengan dasar tidak ditemukan unsur pidana," kata Ficky kepada wartawan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (26/9/2022).

Baca juga: Viral Aksi Dugaan Penipuan Modus Minta Sumbangan di Setiabudi, Begini Nasib Pelaku

Ficky menjelaskan, kasus dugaan penipuan ini bermula ketika Mariaty membeli emas seharga Rp 20 juta di toko emas di Permata Hijau, Jakarta Selatan pada 2010 silam.

Saat itu, lanjut Ficky, penjual menyebut barang yang hendak dibeli kliennya merupakan emas asli dan berasal dari Dubai. Hal itu juga tertera di surat tanda terima pembelian emas.

"Jadi ibu beli emas di Toko Cece itu, nah di sana dibilang sama pegawai tokonya itu emas asli dan emas asal Dubai," ujar dia.

Beberapa tahun setelahnya, Mariaty berencana untuk menjual emas tersebut di toko yang sama saat melakuan pembelian.

"Jadi awalnya kita balikin emas biasa, kita balikin emas di toko asal di Toko Emas Cece Permata Hijau. Ternyata dikasih harganya asal-asalan. Akhirnya nggak jadi," tutur Ficky.

Kuasa hukum pelapor kasus dugaan penipuan jual beli emas, Ficky Achmad.
Kuasa hukum pelapor kasus dugaan penipuan jual beli emas, Ficky Achmad, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (26/9/2022).

Mariaty kemudian mencari toko lain untuk menjual emasnya dengan harapan mendapat harga yang sesuai.

Akan tetapi tidak ada toko yang mau menerima emas tersebut.

"Sampai akhirnya di Desember 2021 waktu ada pameran emas di Pondok Indah, diuji di situ. Setelah diuji hasilnya 22 karat, padahal di suratnya 23 karat," ungkap Ficky.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved