255 Bahan Komoditas Pangan di Jakarta Timur Diuji Laboratorium

Pemkot Jakarta Timur melakukan pemeriksaan sampel bahan pangan dari lima pasar tradisional guna memastikan kelayakan untuk dikonsumsi.

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
istimewa
Jajaran Pemkot Jakarta Timur saat melakukan pengambilan sampel bahan pangan pada Pasar Perumnas Klender untuk diuji laboratorium, Selasa (27/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Pemkot Jakarta Timur melakukan pemeriksaan sampel bahan pangan dari lima pasar tradisional guna memastikan kelayakan untuk dikonsumsi.

Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Jakarta Timur, Achmad Salahudin mengatakan pemeriksaan dilakukan serentak pada Selasa (27/9/2022) menyasar lima pasar.

Yakni Pasar Perumnas Klender, Pasar Sawah Barat, Pasar Pondok Bambu di Kecamatan Duren Sawit, Pasar SS Klender di Kecamatan Cakung, dan Pasar Ciplak di Kecamatan Jatinegara.

“Total sampel yang diuji laboratorium ada sebanyak 255 bahan komoditas pangan yang diperiksa dalam monitoring ketahanan pangan," kata Achmad di Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (27/9/2022).

Sampel pangan yang telah dikumpulkan itu kemudian diperiksa menggunakan tiga mobil laboratorium yang dikerahkan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta.

Tujuannya guna memastikan bahan pangan tersebut tidak mengandung zat berbahaya seperti boraks, formalin, pestisida, dan klorin yang berbahaya bagi kesehatan warga.

Baca juga: Pangan Murah Bersubsidi Tersebar di 312 Lokasi, Anies Baswedan Ungkap Warga Bisa Hemat 70 Persen

“Saya berharap dari pengawasan kami, pengelola pasar terus memonitor pedagang melihat bahan pokok yang dijual apakah aman dikonsumsi atau tidak," ujarnya.

Pemeriksaan ini di pasar-pasar tradisional naungan PD Pasar Jaya dengan melibatkan petugas gabungan ini akan terus dilakukan untuk memastikan bahan pokok dijual layak konsumsi.

Selain pemeriksaan bahan pangan Achmad menuturkan pihaknya juga melakukan pengecekan harga di lima pasar, hasilnya harga beras terpantau mengalami kenaikan dalam dua pekan terakhir.

"Untuk beras dalam dua pekan ini terus terjadi kenaikkan, harga berkisar Rp 9.000 per kilogram hingga Rp 16.000 per kilogram," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved