Cerita Anies Pertama Kali Lihat Tumpukan Sampah di Pintu Air Manggarai: Kenapa Dibiarkan Masuk Kota?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menceritakan saat pertama kali melihat tumpukan sampah di Pintu Air Manggarai. Ini cerita sang gubernur.

Facebook Anies Baswedan
Anies Baswedan mengunjungi pekerjaan pembangunan sistem pengambilan dan treatment sampah badan air melalui rekayasa sungai pada Kali Ciliwung segmen TB Simatupang, Jakarta Selatan, atau juga disebut sistem saringan sampah badan air di perbatasan Jakarta pada Senin (26/9/2022) pagi. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menceritakan saat pertama kali melihat tumpukan sampah di Pintu Air Manggarai.

Hal itu diungkapkan Anies Baswedan melaui Facebook sang gubernur yang dikutip TribunJakarta pada Selasa (27/9/2022).

"Kenapa dibiarkan sampah masuk dalam kota?" tanya Anies Baswedan.

"Bagaimana caranya agar sampah sungai tidak masuk ke dalam kota?” sambung Anies Baswedan,

Diketahui, Anies Baswedan mengunjungi pekerjaan pembangunan sistem pengambilan dan treatment sampah badan air melalui rekayasa sungai pada Kali Ciliwung segmen TB Simatupang, Jakarta Selatan, atau juga disebut sistem saringan sampah badan air di perbatasan Jakarta pada Senin (26/9/2022) pagi.

Baca juga: Setelah Ciliwung, Pemprov DKI Survei Lokasi Buat Bangun Saringan Sampah di Kali Pesanggrahan

Anies mengungkapkan sistem saringan sampah badan air merupakan proyek pertama kali di Jakarta dan bahkan pertama kali di Indonesia ada penyaringan seperti ini.

Konsep perencanaan saringan sampah ini hasil pembahasan bersama ITB (Institut Teknologi Bandung) dan disepakati dengan BBWSCC (Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung - Cisadane).

"Ide untuk “mencegat sampah” di perbatasan ini sebenarnya sudah terpikir ketika awal kami bertugas di Jakarta," kata Anies.

Anies Baswedan mengunjungi pekerjaan pembangunan sistem pengambilan dan treatment sampah badan air melalui rekayasa sungai pada Kali Ciliwung segmen TB Simatupang, Jakarta Selatan, atau juga disebut sistem saringan sampah badan air di perbatasan Jakarta pada Senin (26/9/2022) pagi.
Anies Baswedan mengunjungi pekerjaan pembangunan sistem pengambilan dan treatment sampah badan air melalui rekayasa sungai pada Kali Ciliwung segmen TB Simatupang, Jakarta Selatan, atau juga disebut sistem saringan sampah badan air di perbatasan Jakarta pada Senin (26/9/2022) pagi. (Facebook Anies Baswedan)

Saat itu, Anies melihat banyaknya volume sampah yang menyumbat di pintu air Manggarai, kebanyakan berasal dari hulu, sebelum masuk ke Jakarta.

Setiap harinya 52 ton sampah diangkut dari Sungai Ciliwung, bahkan sempat mencapai 360 ton ketika hujan ekstrem pada 2020.

Anies kemudian membahas, mendiskusikan dan memutuskan untuk dilakukan pembangunan saringan sampah di tempat sebelum masuk pemukiman yang padat, kawasan yang lebih padat.

Baca juga: Saking Banyaknya, Anies Baswedan Samakan Sampah di Pintu Air Manggarai Setara 1 Bus Transjakarta

Mantan Mendikbud itu mengungkapkan anggaran tersebut sudah disiapkan untuk tahun 2020 senilai 195 miliar rupiah sepenuhnya dari APBD DKI.

Namun sempat tertunda karena pandemi, akhirnya bisa terlaksana tahun ini.

Direncanakan bisa tuntas sebelum akhir tahun 2022 mengantisipasi datangnya musim hujan," imbuhnya.

Anies Baswedan mengunjungi pekerjaan pembangunan sistem pengambilan dan treatment sampah badan air melalui rekayasa sungai pada Kali Ciliwung segmen TB Simatupang, Jakarta Selatan, atau juga disebut sistem saringan sampah badan air di perbatasan Jakarta pada Senin (26/9/2022) pagi.
Anies Baswedan mengunjungi pekerjaan pembangunan sistem pengambilan dan treatment sampah badan air melalui rekayasa sungai pada Kali Ciliwung segmen TB Simatupang, Jakarta Selatan, atau juga disebut sistem saringan sampah badan air di perbatasan Jakarta pada Senin (26/9/2022) pagi. (Facebook Anies Baswedan)

Ia pun berharap saringan ini akan bisa mengendalikan sampah untuk tidak masuk ke dalam kota.

Sehingga air yang masuk ke Jakarta melalui sungai Ciliwung tidak lagi air pembawa sampah, tapi air yang sudah relatif bersih.

Anies pun berterimakasih kepada semua pihak yang sudah bekerja untuk menyiapkan ini.

"Sebuah rencana yang kita ikhitarkan sejak 2018-2019 akhirnya sekarang bisa terlaksana. Dan mudah-mudahan bisa jadi kebaikan untuk warga Jakarta," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved