Breaking News:

Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Putri Candrawathi Beda dari Korban Lain, LPSK Tak Yakin Istri Ferdy Sambo Dilecehkan Brigadir J

Beda dari korban pelecehan seksual lainnya, Putri Candrawathi tak diyakini mengalami pelecehan oleh LPSK.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
Kolase TribunJakarta
Putri Candrawathi disebut berbeda dari korban pelecehan seksual yang lain. LPSK ungkap perbedaannya hingga tak yakin istri Ferdy Sambo itu jadi korban pelecehan Brigadir J. 

“Itu kan bisa kita lihat bahwa kemudian peristiwa yang awalnya diduga sebagai perbuatan kekerasan seksual itu terjadi di Duren Tiga, dan kemudian kan itu sudah dihentikan proses penyidikannya oleh Bareskrim,"

"Itu menunjukan bahwa PC adalah korban palsu dari kekerasan seksual,” jelasnya.

Baca juga: Bersikeras Jadi Korban Pelecehan, Putri Candrawathi Mengucap Mana Yosua? ke Bripka RR di Magelang

Jauh sebelum itu, LPSK rupanya sudah mencium adanya kejanggalan dari laporan yang disampaikan oleh Putri Candrawathi.

“Setidaknya ada banyak catatan yang sudah kami punya,"

"Secara meteril biasanya yang terjadi ketika ada kekerasan seksual itu korban pelakunya adalah pelaku yang memiliki relasi kuasa adalah pihak yang lebih dominan di banding korban,” ungkapnya.

Komnas HAM ungkit soal dugaan pelecehan seksual oleh Brigadir J kepada istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Pensiunan jenderal bintang tiga ini minta diizinkan tertawa dulu ketika ditanyakan hal tersebut. Sebut Komnas HAM seperti tak mengerti hukum.

Putri Candrawathi mengajukan permohonan perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di kasus kematian Brigadir J.

Namun sebagai pemohon, sikap yang diperlihatkan Putri Candrawathi sangat berbeda diantara korban kekerasan seksual lainnya.

(Kolase TribunJakarta)

Sementara pada peristiwa ini, lanjut dia, yang terduga pelaku adalah ADC atau bawahan dari suami Putri Candrawathi yang merupakan seorang jenderal.

“Kemudian posisi relasi kuasanya lebih dimiliki oleh ibu PC di banding oleh pelaku,” tambahnya.

Ia pun kemudian membeberkan kecurigaannya sejak awal terhadap laporan tersebut.

“Ada yang tidak lazim,” kata dia.

Edwin Partogi juga menjelaskan, hal lain yang biasanya terjadi pada kasus kekerasan seksual itu umumnya pelaku memastikan tidak ada saksi, dan perbuatan itu dilakukan dalam wilayah penguasaan pelaku. 

Sementara pelecehan yang dilaporkan Putri Candrawathi terjadi di rumah dinas suaminya yang merupakan daerah kekuasannya, bukan Brigadir J.

"Sementara tempatnya ini kan tempat milik korban, kemudian masih ada orang lain baik kejadian yang di Duren Tiga maupun di Magelang masih ada orang lain,"

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved