Anies Baswedan Izinkan Pembangunan Rumah 4 Lantai, PDIP Minta Masyarakat Kecil Diberi Dana Hibah

PDIP meminta Anies Baswedan mengalokasikan hibah untuk masyarakat kecil agar juga mampu membangun rumah hingga empat lantai.

Nur Indah Farrah Audina/TribunJakarta.com
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (28/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah singgung dana hibah terkait izin pembangunan rumah tinggal hingga empat lantai.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengizinkan warga Jakarta membangun rumah tinggal hingga empat lantai.

Hal ini dinyatakannya berdasarkan Pergub Nomor 31 Tahun 2022 Tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Pencanangan DKI Jakarta.

Mengetahui hal ini, politisi PDIP tersebut langsung membahas soal hibah.

Ida meminta Anies mengalokasikan hibah untuk masyarakat kecil agar juga mampu membangun rumah hingga empat lantai.

"Kan kita sama-sama tahu nih, hibah kita setiap tahunnya luar biasa, triliunan. Kenapa kita tidak berpikir untuk menghibahkan kepada masyarakat yang tadi Pak Heru paparkan? bagaimana dengan rumah kecil di lahan kecil yang memang kondisinya sudah tidak layak untuk dihuni. Kenapa tidak diubah saja hibah kita, kita berikan kepada rakyat yang tidak mampu untuk rumah empat lantai," ujarnya di DPRD DKI Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Detik-Detik Akhir, Anies Baswedan Akan Beberkan hasil Kinerjanya Selama 5 tahun Memimpin Jakarta

Secara simpel, bila perizinan ini benar ada maka bakal ada alokasi bantuan dana untuk pembangunan rumah empat lantai bagi masyarakat menengah ke bawah.

Sebab, bila tidak terlaksana bakal ada gesekan sosial di lingkungan masyarakat. Di mana, rumah tinggal 4 lantai hanya milik warga menengah ke atas.

"Sangat bijaksana apabila pemda memutuskan itu. benar-benar buat warga kita loh ber-KTP DKI yang memang lahannya kecil mau membangun, merehab, tidak punya uang. Itu lebih pas kalau memang hunian empat lantai ini diperuntukkan untuk semua warga DKI Jakarta," lanjutnya.

"Saya sih mikirnya (rumah 4 lantai) ini mah untuk menengah ke atas. Emang siapa yang punya kemampuan untuk membangun empat lantai? ya menengah ke atas. Rumah saya aja cuma dua lantai," pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, Anies memaparkan alasan soal kebijakan perizinan pembangunan rumah sampai empat lantai di Jakarta.

Orang nomor satu di DKI ini langsung menjabarkan sejumlah alasannya.

Pertama yakni untuk mengoptimalisasi lahan. Kedua untuk mendorong multifamily ownership dalam sebuah bangunan yang sama.

"Bahkan, bagi keluarga ini banyak sekali yang mengalami. satu keluarga, punya anak 2, 3, lahannya 100 meter. anaknya gede, anaknya pindah keluar, ujungnya orang tuanya pindah keluar, tanahnya dijual," lanjutnya.

"Sekarang dia bisa nambahin ke atas, dia bisa sama-sama tinggal sama-sama dengan keluarganya. Kakek neneknya dibawah, anaknya dua di lantai 2, lantai 3, ruang bersama," paparnya.

Untuk pembahasan ini, RDTR 2022 tersebut menggantikan RDTR 2014.

Di mana dalam RDTR 2014 menyebutkan rumah tinggal hanya boleh 1-2 lantai.

"Ini akan punya dampak cukup besar. Nantinya, Jakarta tidak flat, meningkat penduduknya nilai lahannya tinggi," paparnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved