Generasi Milenial Sambut Antusias Puncak Bulan Kebudayaan Batak di Jakarta

Acara Puncak Bulan Kebudayaan Batak yang berlangsung 26-27 September 2022 yang digelar di Balai Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, resmi ditutup.

Editor: Wahyu Septiana
ISTIMEWA
Acara Puncak Bulan Kebudayaan Batak yang berlangsung 26-27 September 2022 yang digelar di Balai Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, resmi ditutup. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Acara Puncak Bulan Kebudayaan Batak yang berlangsung 26-27 September 2022 yang digelar di Balai Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat resmi ditutup.

Kegiatan diisi berbagai acara menarik yang berkaitan dengan kebudayaan Batak.

Termasuk penampilan dari para peserta lomba yang sebelumnya telah dipertandingkan sejak Agustus lalu.

Ketua Panitia Erwin Tobing menuturkan, ternyata masih banyak masyarakat Batak di Jakarta yang antusias dalam acara itu.

Sekarang ini bagaimana panitia mengakomodir acara sehingga mereka terhibur.

"Jadi acara seperti ini ternyata banyak peminatnya. Kita taksir yang mau datang cuma 200 ternyata hampir 600-an. Semua penuh tempat diatas semua heboh sampai terakhir," ucapnya kepada wartawan, Selasa (27/9/2022).

Baca juga: Pemuda Batak Bersatu Bantu Aparat Keamanan Mengamankan Gereja Katedral saat Malam Natal

Hadir dalam acara tersebut di antaranya Ketum PGI Gomar Gultom, Ketua Kongres I Kebudayaan Batak Toba Robert Sibarani, Direktur Utama BPODT Jimmy Panjaitan, Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid.

Tampak juga generasi milenial Batak Yoshua Sirait, Tokoh Masyarakyat Sumut Parlindungan Purba dan tokoh-tokoh Batak lainnya.

Acara Puncak Bulan Kebudayaan Batak yang berlangsung 26-27 September 2022 yang digelar di Balai Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, resmi ditutup.
Acara Puncak Bulan Kebudayaan Batak yang berlangsung 26-27 September 2022 yang digelar di Balai Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, resmi ditutup. (ISTIMEWA)

Menurutnya, acara-acara seperti ini memang perlu dibuat agar semua masyarakat bisa menikmati pertunjukan.

Bahkan, anak-anak umur 12 tahun ikut bermain Tanganing.

"Anak umur 12 sampai umur 16 tadi main Tanganing itu hebat bagus, itu yang harus kita bina. Mereka itu lahir besar di Jakarta, bagaimana kita membina mereka supaya mereka semakin berkembang, mengenal apa itu Taganing, apa itu alat musik Batak lainnya, Ogung, Suling, Terompet, apa semuanya," tambahnya.

Bahan, banyak anak anak yang bisa tulisan aksara Batak, bisa pidato, dan lainnya.

"Nanti diajukan kepada Pemda supaya dibuat dalam Prodi kurikulum SD kearifan Lokal, jadi pelajaran tentang budaya Batak, aksara, musik, itu perlu dibuat di dunia pendidikan di Daerah," tuturnya.

Peserta Fashin Show Alma Naibaho mengaku bangga dengan acara tersebut.

Baca juga: Komunitas Batak Kinclong Alias Bakin Gelar Perayaan Natal dengan Protokol Kesehatan Ketat

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved