Ridwan Kamil Sarankan Depok Buat Survei soal Toleransi Beragama: Untuk Pembanding

Selesai menghadiri dialog antar tokoh agama, Ridwan Kamil menyampaikan bahwa sebaiknya Kota Depok membuat survei sendiri menyoal toleransi beragama in

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, angkat bicara ihwal toleransi umat beragama di Kota Depok yang sempat menjadi sorotan di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Rabu (28/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil angkat bicara ihwal toleransi umat beragama di Kota Depok yang sempat menjadi sorotan beberapa waktu lalu.

Untuk informasi, beberapa waktu lalu tongkat toleransi umat beragama di Kota Depok sempat menjadi sorotan usai adanya hasil riset SETARA Institute yang menyatakan bahwa Kota Depok merupakan daerah yang paling intoleran.

Selesai menghadiri dialog antar tokoh agama, Ridwan Kamil menyampaikan bahwa sebaiknya Kota Depok membuat survei sendiri menyoal toleransi beragama ini.

“Iya, gini kan selalu ada perdebatan. Disurvey oleh orang hasilnya gini, persis kaya survey politik ya hasilnya naik turun. Yasudah itu kan kebutuhan, untuk mengukur apa yang terjadi, gak ada salahnya survey sendiri loh,” jelasnya di Balai Kota Depok, Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Temui Tokoh Agama Depok, Ridwan Kamil Pesan Soal 2024: Saya Titip Kepada Para Pengambil Keputusan

Ridwan Kamil mengungkapkan, dirinya pun menggelar survei sendiri terkait kepuasan publik terhadap kinerja jajarannya.

Hal ini dilakukan agar ada pembanding bilamana ada riset serupa, dengan hasil yang tak sesuai.

“Saya pun survey sendiri loh, tapi gak pernah saya rilis ya kepuasan publik terhadap Pemprov Jabar itu saya survey setiap tiga bulan sekali, jadi buat keperluan saja,” ungkapnya.

“Nah maksud saya ketika ada perbedaaan tafsir, nah bandingin saja gitu. Kalau enggak kan gak ada argumentasi dan seolah-olah survey itu benar. Tadi juga kan dari percakapan (dialog tokoh agama) pada merasa hasil surveynya tidak sesuai,” timpalnya.

Baca juga: Bahaya! Kartu Mainan Ngetren di Anak SD Tangerang dengan QR Code Terakses ke Situs Judi Online China

Terakhir, ia berujar bahwa ihwal toleransi di Jawa Barat, dinamikanya bisa dikelola dengan baik.

“Baik-baik saja, semua dinamika kita Kelola. Makanya yang kurang kita perbaiki, FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) kita kuatkan, hanya yang namanya kerukunan beragama ini kan bukan hanya pemerintah, jadi media itu harus ikut mengedukasi juga masyarakatnya,” pungkasnya.

 

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved