Kenalkan Potensi Wisata Laut, Pemkot Tidore Undang Jokowi Buka Acara Sail Tidore 2022

Pemkot Tidore Kepulauan mengundang Presiden Joko Widodo untuk membuka acara Puncak Sail Tidore 2022.

ISTIMEWA
Walikota Tidore Kepulauan, Capt Ali Ibrahim berharap Presiden Jokowi buka Sail Tidore 2022 untuk kenalkan museum bawah laut di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Upaya Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), Rachma Fitriati dan Wali Kota Tidore Kepulauan, Capt Ali Ibrahim untuk menghadirkan museum bawah laut di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara kian serius.

Apalagi, Rachma memandang peninggalan bersejarah ini sebagai potensi pariwisata maritim berkelas dunia.

Besarnya potensi BMKT dari kapal yang mengalami kecelakaan, menjadikan situs bersejarah tersebut sebagai warisan bawah air yang tak ternilai.

Sehingga Museum Bawah Laut Tidore akan menjadi satu-satunya museum bawah laut BMKT di Indonesia, yang berisi puluhan guci peninggalan Kapal Spanyol yang tenggelam abad ke-16.

Oleh sebab itu, Ali berharap Presiden Joko Widodo hadir dan membuka acara Puncak Sail Tidore yang akan digelar pada November 2022 mendatang.

Tujuannya agar orang nomor satu di Indonesia itu bisa mengenalkan juga rencana hadirnya museum bawah laut ini.

Baca juga: UI Usulkan Pemkot Tidore Kepulauan Bangun Museum Bawah Laut

"Saya dan Pak Gubernur KH Abdul Gani Kasuba, Lc menyampaikan dengan hormat ke Pak Presiden mohon kesediaan untuk menghadiri dan membuka acara puncak Sail Tidore pada tanggal 26 November 2022," ujar Ali dalam keterangan tertulis, Kamis (29/8/2022).

Selain itu, Ali turut meminta Jokowi untuk memperhatikan pasar Rakyat Desa Galala dan membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi

"Iya, Pak Wakil menyampaikan permintaan itu dan langsung diiyakan oleh Pak Presiden Jokowi bahwa tahun 2023 itu Pasar Galala dibangun,” kata Ali.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), Rachma Fitriati telah berencana menggelar Focus Group Discussion (FGD) wisata bahari Kota Tidore Kepulauan di Maluku Utara.

Sebab, kata Rachma, daerah ini memiliki kawasan perairan yang berpotensi menarik perhatian wisatawan dalam dan luar negeri yang dapat menambah perekonomian di wilayah tersebut.

Baca juga: Petugas Berpakaian Hazmat Jemput Wali Kota Tidore, Warga: Kuat Pak Wali, Semangat Pak Wali

"Saya bersama Pak Walikota Tidore Kepulauan menyampaikan ke Pak Bakamla terkait bagaimana membangun sinergitas dan kolaborasi antara Pemkot Tidore Kepulauan dengan Bakamla untuk membuat sebuah sistem keamanan dan keselamatan laut yang baik di perairan Tidore, terutama terkait dengan pengamanan situs Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) peninggalan Spanyol pada abad 16,” ujar Rachma Fitriati dalam keterangan tertulis.

Akademisi UI ini memang menaruh perhatian besar terhadap Daya Saing Daerah di kawasan tersebut.

Dengan melihat potensi yang ada, ia mendorong Pemkot Tidore Kepulauan membangun Museum Bawah Laut, dengan dukungan dari Pemerintah Pusat, Kemenko Maritim dan Investasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Andaikan guci-guci ini dikembalikan ke dasar laut (release) di tempat temuan semula situs peninggalan bawah laut di Kelurahan Tongowai, maka guci-guci ini akan menjadi obyek wisata selam yang unik dan menarik, karena tidak ditemukan di lokasi penyelaman lainnya di Indonesia. Jika Museum Bawah Laut ini terwujud, maka Kota Tidore Kepulauan akan menjadi obyek wisata mendunia karena unik dan langka," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved