Protes Harga Kedelai Mahal, Pengrajin Tempe di Sunter Sweeping Kampung Ajak Mogok Produksi

Pengrajin tempe di Kampung Tempe, Tanjung Priok, Jakarta Utara menggelar aksi protes terkait harga kedelai yang semakin mahal, Kamis (29/9/2022).

TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Sweeping menyampaikan ajakan penolakan di Kampung Tempe, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (29/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Sejumlah pengrajin tempe di Kampung Tempe, RT 12 RW 03 Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara menggelar aksi protes terkait harga kedelai yang semakin mahal, Kamis (29/9/2022).

Aksi protes dilakukan perwakilan ratusan pengrajin tempe dengan berkeliling Kampung Tempe menyampaikan ajakan mogok produksi massal.

Sweeping dimulai dari gapura depan Kampung Tempe memasuki gang sempit yang kiri kanannya merupakan keberadaan industri rumahan produsen tempe.

Para perwakilan pengrajin tempe yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, sambil membawa perkakas dapur, menyuarakan keluhan mereka mengelilingi kampung.

"Turunkan harga kedelai! Turunkan harga kedelai!," teriak massa menyuarakan jeritan hati mereka.

Baca juga: Produsen Tempe di Ciracas Teriak, Kenaikan harga Kedelai Kali Ini Paling Parah

Para pengrajin juga menghamburkan kedelai hingga melemparkan tempe busuk ke jalanan untuk meluapkan amarah mereka akan kenaikan harga yang semakin tak terkendali.

Aksi dilanjutkan dengan sweeping keliling kampung.

Yuti Haryanto (26), seorang perajin tempe di sentra produksi tempe RT 03/RW 01, Tugu Cimanggis, Depok, harus menunda resepsi pernikahan dengan calon istrinya lantaran meroketnya harga kacang kedelai selama dua minggu terakhir.
Yuti Haryanto (26), seorang perajin tempe  (warta kota)

Para perwakilan pengrajin tempe yang menggelar aksi protes ini menyambangi kediaman rekan-rekan mereka yang hari ini kedapatan masih melakukan produksi.

Peserta aksi lalu meminta pengrajin yang masih mengolah kedelai menjadi tempe untuk mogok produksi setidaknya satu hari ini saja.

Salah seorang pengrajin tempe di Kampung Tempe Sunter Jaya, Mohammad Rizqon (31) mengatakan, aksi protes ini dilakukan karena kenaikan harga kedelai sudah semakin memberatkan.

"Di Kampung Tempe ini para pengrajin sangat sulit, karena kita menjual tempe harus menyesuaikan harga kedelai," ucap Rizqon di lokasi.

Menurut Rizqon, kenaikan harga kedelai terjadi hampir setiap hari selama sepekan belakangan.

Dari harga terakhir Rp 12.500 per kilogram, kenaikan tertinggi pada hari ini mencapai Rp 13.000 per kilogram.

Baca juga: Harga Kedelai Naik, PDIP Desak Pemerintah Beri Subsidi Pengusaha Tahu Tempe

Alhasil, ratusan pengrajin tempe di Kampung Tempe Sunter Jaya sampai harus merasakan berkurangnya pendapatan.

Mewakili rekan-rekannya, Rizqon lantas berharap pemerintah dapat memberikan solusi nyata.

Bagi para pengrajin tempe, pengadaan subsidi bukan merupakan solusi yang tepat.

Pemerintah, tegas Rizqon, harus bisa membuat stabil harga kedelai sesegera mungkin.

"Kita nggak berharap ada subsidi, tapi kita berharap pemerintah bisa menstabilkan harga kedelai," kata Rizqon.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved