Breaking News:

"Sepi Banget," Omzet Pedagang Pasar Cibubur Anjlok 50 Persen Akibat Penutupan Jembatan

Para pedagang di Pasar Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur mengeluhkan omzet anjlok imbas proyek revitalisasi Jembatan Cibubur.

TribunJakarta.com/Bima Putra
Akses Jalan Lapangan Tembak depan Pasar Cibubur yang ditutup karena proyek revitalisasi Jembatan Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (29/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Para pedagang di Pasar Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur mengeluhkan proyek revitalisasi Jembatan Cibubur senilai Rp3,6 miliar.

Istikoyah, pedagang di Pasar Cibubur mengeluh karena sejak pengerjaan dimulai pada awal bulan Agustus 2022 lalu hingga kini jumlah pembeli anjlok hingga mencapai 50 persen.

Pemicunya karena akses Jembatan Cibubur yang berada tepat di depan pasar ditutup total bagi pengendara roda dua dan empat selama revitalisasi, hanya pejalan kaki dapat melintas.

"Sekarang sepi banget, enggak cuman saya yang mengalami. Pedagang lain juga, apalagi pedagang baju, sepi pembeli," kata Istikoyah di Jakarta Timur, Kamis (29/9/2022).

Menurutnya akibat penutupan jalan yang berlangsung hingga bulan November 2022 banyak pembeli beralih ke sejumlah pasar, di antaranya Pasar Ciracas, Pasar Munjul, dan lain.

Baca juga: Sudah Turun, Harga Bahan Pokok di Pasar Cibubur Masih Dianggap Mahal

Para pembeli merasa berbelanja di pasar lain lebih praktis ketimbang mencari rute alternatif karena Jembatan Cibubur perbatasan Kecamatan Ciracas dan Pasar Rebo ditutup.

"Kita awalnya juga enggak tahu soal pengerjaan sampai kapan, karena enggak ada sosialisasi. Baru tahu ya dari papan pemberitahuan proyek saja. Harapannya biar cepat selesai," ujar Istikoyah.

Akses Jalan Lapangan Tembak depan Pasar Cibubur yang ditutup karena proyek revitalisasi Jembatan Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (29/9/2022).
Akses Jalan Lapangan Tembak depan Pasar Cibubur yang ditutup karena proyek revitalisasi Jembatan Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (29/9/2022). (TribunJakarta.com/Bima Putra)

Sujadi (78), pedagang di Pasar Cibubur lainnya juga mengeluhkan jumlah pembeli yang turun drastis lebih dari 50 persen sejak proyek garapan Sudin Bina Marga Jakarta Timur berjalan.

Meski pengelola pasar sudah memasang spanduk pemberitahuan Pasar Cibubur tetap beroperasi, tapi ditutupnya Jembatan Cibubur membuat para pembeli ogah datang belanja.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Bekasi dan Cibubur Berdekatan, Ridwan Kamil Sentil Pemkot Soal Lampu Merah

"Sebelumnya itu untung sehari paling sedikit bisa Rp700 ribu, sekarang paling banyak Rp200 ribu. Dagang dari pagi sampai siang baru dapat Rp32 ribu saja, sepi sekarang," tutur Sujadi.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved