Cerita Kriminal

Viral Pedagang Mi Ayam di Cikarang Dibayar Pakai Uang Palsu Rp100 Ribu, Pas Dicelup Air Luntur

Bukannya untung, Mamit justru merugi setelah mendapat uang palsu pecahan Rp 100 ribu dari seorang pembeli mie ayamnya.

Instagram @ gue_cikarang.co.id
Seorang pedagang mi ayam di Kampung Jarakosta, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, bernama Mamit (50) jadi korban peredaran uang palsu pecahan Rp 100 ribu dari seorang pembeli pada Senin (26/9/2022). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Nasib sial dialami pedagang mi ayam di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, bernama Mamit (50) usai dirinya jadi korban peredaran uang palsu.

Video pengalaman pahit dialami pedagang mi ayam di Kampung Jarakosta, Cikarang Barat, ini viral di media sosial

Bukannya untung, Mamit justru merugi setelah mendapat uang palsu pecahan Rp 100 ribu dari seorang pembeli mie ayamnya.

Sari (23) anak pedagang mi ayam mengatakan, pengalaman pahit ayahnya terjadi pada Senin (26/9/2022) lalu sekira pukul 14.00 WIB. 

Ayahnya saat itu baru keluar berdagang, sambil mendorong gerobaknya dari rumah menuju lokasi tempat biasa mangkal. 

Baca juga: Seorang Pemuda Coba Gunakan Uang Palsu Saat Beli Rokok, Emak Penjual Warung Ini Nyaris Ketipu

Di tengah perjalanan, dia dihentikan oleh pembeli laki-laki yang berperawakan muda. Dia memesan dua bungkus mi ayam. 

"Buka dari jam 2 siang sampe Jam 11 malam. Kejadian jam 2, pas baru banget keluar. Itu ada dua bungkus belinya, sama bapak dikembalikan Rp76 ribu," kata Sari saat dikonfirmasi, Kamis (29/9/2022). 

Ilustrasi uang palsu pecahan Rp 100 ribu
Ilustrasi uang palsu pecahan Rp 100 ribu (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Karena buru-buru menuju tempat mangkal, ayahnya langsung memasukan uang pencahan Rp100 ribu ke dalam saku. 

Pedagang mi ayam ini baru menyadari uang yang ia kantongi palsu saat hendak menukar pecahan recehan ke sopir angkot. 

Sang sopir tidak menerima, sebab warna uang pecahan Rp100 ribu dari Mamit terlihat begitu berbeda dengan uang pada umumnya. 

"Pas mau ditukerin ke sopir angkot enggak mau, dia bilang kalau itu bukan uang, ayah saya terus disuruh celupin ke air," tuturnya. 

Benar saja, saat uang pecahan Rp100 ribu itu dicelupkan ke dalam air, gambar Soekarno-Hatta luntur tanpa sisa. 

"Sama bapak saya dicelupin di air yaudah luntur. Waktu itu ayah saya enggak sempat diraba dan langsung dimasukin ke kantong aja," ucapnya. 

Baca juga: Kerudung Ajaib Jadi Senjata, Anak Pedangdut Kondang Beraksi Curi Belasan Motor di Taman Sari Jakbar

Sementara itu, Kapolsek Cikarang Barat Kompol Sutrisno mengatakan, pihaknya sudah melakukan monitor terhadap peristiwa peredaran uang palsu tersebut. 

"Sudah kami monitor, saat ini masih dilidik baik dari Polsek dan Polres, sejauh ini belum ada perkembangan," kata Sutrisno. 

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved