Anak Imam S Arifin Tersangka Penggelapan

Gelapkan Belasan Motor, Anak Pedangdut Imam S Arifin Pakai Modus Ini Kelabui Para Korbannya

AKBP Rohman membeberkan modus operandi penipuan dan pengelapan belasan motor yang dilakukan anak Imam S Arifin ini.

Kolase TribunJakarta.com
Anak pedangdut Imam S Arifin (almarhum), Resti Destami Arifin alias RDH, ditangkap polisi atas kasus pengpenipuan dan penggelapan belasan motor warga. RDH selalu memakai modus yang sama sebelum akhirnya ditangkap tim dari Polsek Metro Taman Sari. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMAN SARI - Anak pedangdut kondang Imam S Arifin (almarhum), Resti Destami Arifin alias RDH, ditangkap polisi atas kasus penipuan dan penggelapan belasan motor warga.

Dalam aksinya, Resti selalu memakai modus yang sama, sebelum akhirnya ditangkap tim dari Polsek Metro Taman Sari.

Dari penyelidikan polisi, anak dari Imam S Arifin ini sudah 17 kali melakukan penggelapan motor.

Masing-masing korban menderita kerugian sekitar Rp 15 juta sama Rp 20 juta.

"Sehingga total keseluruhan kerugian mencapai Rp 295 juta. Nyaris Rp 300 juta," kata Kapolsek Metro Taman Sari, AKBP Rohman Yonky Dilatha saat rilis kasus tersebut di Mapolsek Metro Taman Sari, Jakarta Barat pada Kamis (29/9/2022).

Baca juga: Kerudung Ajaib Jadi Senjata, Anak Pedangdut Kondang Beraksi Curi Belasan Motor di Taman Sari Jakbar

AKBP Rohman membeberkan modus operandi penipuan dan pengelapan belasan motor yang dilakukan anak Imam S Arifin ini. 

Resti mengatur siasat bagaimana mengambil motor korban.

Ia menyasar korban yang berprofesi sebagai pedagang atau karyawan kafe.

Kapolsek Metro Taman Sari, AKBP Rohman Yonky Dilatha, menunjukkan foto pelaku RDH yang berjilbab di Mapolsek Taman Sari, Jakarta Barat pada Kamis (29/9/2022). Padahal, dalam kesehariannya, perempuan berambut cepol itu tak pakai kerudung.
Kapolsek Metro Taman Sari, AKBP Rohman Yonky Dilatha, menunjukkan foto pelaku RDH yang berjilbab di Mapolsek Taman Sari, Jakarta Barat pada Kamis (29/9/2022). Padahal, dalam kesehariannya, perempuan berambut cepol itu tak pakai kerudung. (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Dalam aksinya, biasanya tersangka Resti berpura-pura memesan makanan atau minuman dalam jumlah tidak sedikit.

Namun, dia mengaku tidak membawa uang tunai saat hendak melakukan pembayaran. 

Selanjutnya, Resti meminta kepada pedagang atau karyawan kafe untuk mengantarkan ke gerai mesin ATM untuk menarik uang tunai.

Namun, di tengah-tengah perjalanan ke gerai mesin ATM, dia kembali berpura-pura lagi.

Kali ini, dia mengaku ada barangnya yang tertinggal di rumah dan meminta korban agar meminjam sepeda motornya untuk mengambil barang tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved