Breaking News:

Anak Imam S Arifin Tersangka Penggelapan

Gelapkan Belasan Motor, Anak Pedangdut Imam S Arifin Pakai Modus Ini Kelabui Para Korbannya

AKBP Rohman membeberkan modus operandi penipuan dan pengelapan belasan motor yang dilakukan anak Imam S Arifin ini.

Kolase TribunJakarta.com
Anak pedangdut Imam S Arifin (almarhum), Resti Destami Arifin alias RDH, ditangkap polisi atas kasus pengpenipuan dan penggelapan belasan motor warga. RDH selalu memakai modus yang sama sebelum akhirnya ditangkap tim dari Polsek Metro Taman Sari. 

Dalihnya meminjam motor korban agar lebih cepat mengambil barang yang tertinggal.

Baca juga: Bejat! Anak 14 Tahun di Kelapa Gading Diduga Dirudapaksa Kakak Beradik Tetangganya

Namun, rupanya setelah itu Resti kabur dan tak mengembalikan sepeda motor yang dipinjamnya.

"Setelah dipinjam korban baru sadar dia telah ditipu," kata Yonky.

Setelah berhasil memperdayai para korban, perempuan itu menjual motornya kepada para penadah berinisial AA dan H.

Hasil curiannya dijual seharga Rp 2,5 sampai Rp 3 juta.

Pakai kerudung ajaib

Kapolsek Metro Taman Sari, AKBP Rohman Yonky Dilatha, menunjukkan foto pelaku RDH yang berjilbab di Mapolsek Taman Sari, Jakarta Barat pada Kamis (29/9/2022). Padahal, dalam kesehariannya, perempuan berambut cepol itu tak pakai kerudung.
Kapolsek Metro Taman Sari, AKBP Rohman Yonky Dilatha, menunjukkan foto pelaku RDH yang berjilbab di Mapolsek Taman Sari, Jakarta Barat pada Kamis (29/9/2022). Padahal, dalam kesehariannya, perempuan berambut cepol itu tak pakai kerudung. (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Dalam aksinya, Resti selalu memakai kerudung ajaib.

Ia memakai kerudung itu untuk menarik simpati korbannya.

"Dalam setiap melancarkan aksinya si RDH ini pakai kerudung ajaib. Untuk menarik simpati," ujar Yonky.

Aksi Resti akhirnya tamat usai polisi menindaklanjuti belasan laporan terkait kasus tersebut.

Resti kemudian mengaku kepada polisi anak dari seorang penyanyi dangdut masa lalu, Imam S Arifin.

Tersangka disangkakan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan atau Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Sementara untuk penadah dikenakan Pasal 480 KUHP tentang kejahatan penadahan.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved