Persikad Depok Tuding Gelaran Liga 3 Tak profesional: Dari Soal Jadwal hingga Penentuan Wasit

Tim Sepak Bola Kota Depok Persikad 1999 mempertanyakan profesionalisme gelaran Liga 3 Seri 2 Jawa Barat 2022.

istimewa
Skuad Persikad Depok 1999 dengan CEO Handiyana Julindri Sihombing. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Tim Sepak Bola Kota Depok Persikad 1999 mempertanyakan profesionalisme gelaran Liga 3 Seri 2 Jawa Barat 2022.

CEO Persikad 1999 Handiyana Julindri Sihombing, mengatakan ada sejumlah kejanggalan dalam gelaran Liga 3 hingga membuat pihaknya kecewa.

Sejumlah kejanggalan tersebut di antaranya adalah perubahan jadwal pertandingan, penetapan penugasan wasit, hingga kepemimpinan wasit saat memimpin pertandingan di lapangan.

Kejanggalan pertama menyoal perubahan jadwal pertandingan. Ia mengatakan bahwa panitia pelaksana sudah merilis seluruh jadwal pertandingan Liga 3 mulai dari babak penyisihan hingga final, pada tanggal 13 September 2022 lalu.

Namun seiring berjalannya waktu, jadwal pertandingan yang telah ditetapkan oleh Sekretaris Jenderal Asprov PSSI Jawa Barat, Hilman Mauludin, berubah baik dalam hal waktu dan lokasi pertandingan.

Baca juga: Jadwal Padat Babak Grup Liga 3 Seri 1 Jabar, Pelatih Persipasi Bekasi Fokus Recovery Pemain

“Anehnya, jadwal pertandingan tersebut bisa diubah seenaknya ketika mulai memasuki babak 16 besar dan juga delapan besar, bahkan semifinal. Perubahan itu khususnya dilakukan yang menguntungkan tim tuan rumah, di mana pertandingan tim tuan rumah yakni PSGJ Cirebon dan Pesik Kuningan selalu ditempatkan sore hari pukul 15.30 WIB,” kata Handiyana dalam siaran pers resminya, Jumat (30/9/2022).

Lanjut Handiyana, alasan perubahan jadwal tersebut telah ia konfirmasi kepada Manager Kompetisi Asprov PSSI Jawa Barat, Taufik, melalui Grup WhatsApp Liga 3 Seri 2 Jawa Barat.

“Alasannya katanya itu keistimewaan tuan rumah, jadi dipindahkan ke jam sore,” beber Handiyana.

Perubahan ini menurutnya sangat membawa pengaruh negatif kepada tim peserta, karena menyangkut persiapan tim baik teknis maupun non teknis lainnya yang sudah direncanakan sejak awal.

 “Contohnya, Persikad 1999 sesuai jadwal pertandingan awal yang dirilis tanggal 13 September 2022, seharusnya bermain pukul 15.30 WIB pada tanggal 25 September 2022 di babak 16 besar sebagai Runner Up Grup A melawan Mutiara 97 sebagai Juara Grup E,” tuturnya.

“Namun Jadwal Pertandingan tersebut dirubah oleh Asprov PSSI Jawa Barat menjadi pukul 13.00 WIB, dan perubahan jadwal tersebut kembali ditandatangani kembali oleh Sekjen Asprov PSSI Jawa Barat,” timpalnya lagi.

Skuad Persikad Depok 1999  dengan CEO Handiyana Julindri Sihombing.
Skuad Persikad Depok 1999 dengan CEO Handiyana Julindri Sihombing. (istimewa)

Kejanggalan lainnya adalah menyoal penetapan penugasan wasit yang dirasa sangat mempengaruhi psikologis para pemain di lapangan, khususnya pada laga krusial babak 16 besar dan delapan besar.

“Kejanggalan tersebut adalah panitia menugaskan wasit yang sama secara berturut-turut bernama Sepri Wadi asal Kabupaten Sumedang untuk memimpin laga Persikad 1999 melawan Mutiara 97 di Babak 16 Besar, dan juga laga Persikad 1999 melawan Al Jabbar di babak delapan besar,” ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved