Wagub Ariza Angkat Bicara Usai Revitalisasi Halte Transjakarta Bundaran HI Dikritik JJ Rizal

Orang nomor dua di DKI ini mengaku menampung masukan dari berbagai pihak, termasuk dari Sejarawan JJ Rizal.

TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (25/9/2022). Wagub Ariza merespons hal revitalisasi halte Transjakarta Tosari-Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang menutupi objek diduga cagar budaya (ODCB), Patung Selamat Datang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria ( Wagub Ariza) merespons hal revitalisasi halte Transjakarta Tosari-Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang menutupi objek diduga cagar budaya (ODCB), Patung Selamat Datang.

Orang nomor dua di DKI ini mengaku menampung masukan dari berbagai pihak, termasuk dari Sejarawan JJ Rizal.

"Jadi nanti kami cek kembali ya. Jadi informasi dari JJ Rizal saya kira itu perlu menjadi perhatian, pertimbangan, tapi nanti kami akan cek kembali ya," ujarnya, Kamis (29/9/2022) malam.

Lantaran masuk dalam kawasan bersejarah, secara etika pengerjaan revitalisasi halte tersebut harus melalui persidangan bersama pihak Ahli Cagar Budaya (TACB) dan Tim Sidang Pemugaran (TSP) DKI Jakarta.

"Nanti kami cek kembali ya, seharusnya semua proses pembangunan yg ada di Jakarta itu harus melalui proses, sesuai aturan dan ketentuan yang ada, termasuk memperhatikan cagar budaya, tapi nanti akan kita cek kembali," lanjutnya.

Baca juga: JJ Rizal Sebut Anies Baswedan Torehkan Noda Hitam: Pembangunan Halte Transjakarta Bundaran HI

Meski tak secara gamblang, politisi Gerindra ini mengakui bila pembangunan revitalisasi halte Transjakarta Tosari-Bundaran HI itu memang menutupi visual dari Patung Selamat Datang.

"Ya itu kan memang satu sisi, memang sekarang ini kan jumlah penumpang itu terjadi peningkatan yang signifikan, artinya kebutuhan halte juga bertambah, volume nya meningkat berarti kan luasannya harus bertambah," pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, JJ Rizal mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berhenti melanjutkan revitalisasi halte Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Diungkapkan melalui Twitter pribadinya, JJ Rizal menyebut revitalisasi halte Transjakarta Tosari-Bundaran HI tersebut merusak karena menutupi pandangan ke arah Patung Selamat Datang.

"Pak gubernur @aniesbaswedan mohon stop pembangunan halte @PT_Transjakarta tosari-bundaran hi yg merusak pandangan ke patung selamat datang en henk ngantung fontein warisan presiden sukarno dgn gubernur henk ngantung sbg poros penanda perubahan ibukota kolonial ke ibukota nasional," cuitnya dikutip dari Twitter @JJrizal, Jumat (30/9/2022).

Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/10/2018).
Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/10/2018). (TribunJakarta.com/Suci Febriastuti)

Menurutnya, Patung Selamat Datang Heng Ngantung turut menjadi simbol keramahan bangsa, semangat bersahabat melaksanakan ketertiban dunia berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi, keadilan sosial.

"Hotel Indonesia bukan hanya simbol awal pariwisata modern indonesia pasca kolonial, tapi arsitektur karya abel sorensen, arsitek markas besar PBB di New York bersama presiden sukarno dgn para maestro lukis en sastra indonesia yg oleh sukarno disebut "pembuka wajah muka indonesia"," lanjutnya.

Kata JJ Rizal, kawasan bersejarah warisan Sukarno sudah menjadi sasaran aksi vandalisme dalam 20 tahun terakhir.

Sehingga bila pembangunan revitalisasi ini tak dihentikan dinilainya Jakarta kaya infrastruktur namun miskin karakter.

"Sekali lagi mohon pak gubernur @aniesbaswedan stop pembangunan halte @PT_Transjakarta yang arogan di kawasan cagar budaya penanda sejarah perubahan kota kolonial jadi kota nasional warisan Sukarno, jangan biarkan halte-halte itu jadi noda di buku sejarah masa pemerintahan bapak yang kaya prestasi," ungkapnya.

"Semoga @PT_Transjakarta menemukan model arsitektural yg lebih pantas en menguatkan vista sejarah yg berharga, kaya nilai serta perlu dirayakan sebagai berkah dari pendiri bangsa," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved