Anies Baswedan Bawa-bawa Nama Ali Sadikin di Depan Massa Pemuda Pancasila, Singgung Persatuan DKI

Anies Baswedan menyinggung Ali Sadikin. Sebagai ibu kota, kata Anies, Jakarta harus dibangun dengan perasaan persatuan serta keadilan.

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi menjadi anggota atau kader Pemuda Pancasila pada Sabtu (1/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyinggung nama eks Gubernur DKI Jakarta ke-7 Ali Sadikin saat menghadiri acara peresmian kantor sekretariat Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila di Jalan Teuku Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu (1/10/2022).

Mulanya, ia menceritakan persatuan yang ada di Kota Jakarta.

Sebagai ibu kota, kata Anies, Jakarta harus dibangun dengan perasaan persatuan serta keadilan.

Pasalnya bila satu diantara unsur itu menghilang maka tak akan muncul persatuan maupun keadilan.

Sebagai contoh ia membahas soal tanah di Jakarta.

Baca juga: Jadi Anggota Pemuda Pancasila, Anies Baswedan Dapat Dukungan saat Pilpres: Ngapain Pilih Orang Lain 

"Tanah itu salah satu contoh ketidak adilan di kota ini," ujarnya di kantor sekretarian MPN Pemuda Pancasila, Jakarta Pusat, Sabtu (1/10/2022).

"Salah satunya bagaimana sejarah menyaksikan keluarga-keluarga puluhan tahun di Jakarta, tergeser, tergusur hanya kami, pemerintah ini ngasih pajak yang sangat tinggi sekali," tambahnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadiri persemian kantor sekretariat Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila di Jalan Teuku Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu (1/10/2022) siang. Tak hanya Anies Baswedan, di lokasi terpantau kehadiran dari Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila Bambang Soesatyo, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Zainudin Amali, Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan lain sebagainya.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadiri persemian kantor sekretariat Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila di Jalan Teuku Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu (1/10/2022) siang. Tak hanya Anies Baswedan, di lokasi terpantau kehadiran dari Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila Bambang Soesatyo, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Zainudin Amali, Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan lain sebagainya. (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH)

Kata dia, ada 200 ribu orang lebih pindah dari Jakarta di tahun 2020 lalu akibat hal tersebut.

Bahkan keluarga pejuang kemerdekaan pun ikut tergusur.

Padahal tanah air ini merupakan hasil perjuangan mereka.

"Dan yang tidak kalah penting keluarga pejuang. Ini kita di menteng, banyak sekali keluarga pejuang yang tergeser dari rumah yang di Menteng hanya karena mereka di hukum oleh siapa? Oleh kami yang meningkatkan pajak," terangnya.

"Bayangkan Ali Sadikin yang pajaknya setahun Rp 180 juta, orang yang berjasa untuk kota ini rumahnya kita pajakin Rp 180 juta ditempat ini.

Baca juga: Tanpa Paksaan, Anies Baswedan Sukarela Gabung Pemuda Pancasila: Semoga Saya Bisa Berkiprah di Sini

Bagaimana keluarga pejuang dikawasan ini satu persatu anak cucunya tergusur.

Orang tuanya yang mengusahakan kemerdekaan tanah ini dan anak cucunya yang tergeser dari tanah yang diusahakan.

Ini kalau  didiamkan terus menerus tak akan kita merasakan yang namanya perasaan persatuan," lanjutnya.

Oleh sebab itu, di tahun ini, orang nomor satu di DKI itu memberikan insentif pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan Dan Perkotaan (PBB-P2).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi menjadi anggota atau kader Pemuda Pancasila pada Sabtu (1/10/2022).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi menjadi anggota atau kader Pemuda Pancasila pada Sabtu (1/10/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH)

Dengan tujuan sebagai upaya pemulihan ekonomi melalui pajak daerah.

"Karena itu kita mengambil kebijakan sebagai contoh, bagaimana PBB di Jakarta itu dibawah Rp 2 miliyar, 0 tidak ada PBB-nya supaya mereka yang menengah ke bawah itu tidak tergeser di kota ini," paparnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved