Cerita Kriminal

Beredar Penipuan Modus Catut Nama Kepala Bappeda Kota Depok, Masyarakat Diimbau Waspada

Beredar pesan penipuan mengatasnamakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan Penelitian Daerah atau Bappeda Kota Depok.

Tribun Makassar
Ilustrasi penipuan via telepon. Beredar pesan penipuan mengatasnamakan Kepala Bappeda Kota Depok, Dadang Wihana. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Beredar pesan penipuan mengatasnamakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan Penelitian Daerah atau Bappeda Kota Depok, Dadang Wihana.

Menanggapi penipuan yang mencatut namanya ini, Dadang pun mengimbau masyarakat agar mewaspadai modus ini, dan mengabaikan segala jenis pesan yang mengatasnamakan dirinya untuk kepentingan tertentu.

“Merespon banyak laporan secara pribadi kepada saya, dengan ini disampaikan jika ada seseorang atau pihak membawa nama saya dan menjanjikan sesuatu atau melakukan tindakan-tindakan di luar ketentuan, mohon diabaikan karena itu pasti tidak benar,” jelas Dadang dilansir dari situs resmi Pemkot Depok, Sabtu (1/10/2022).

Untuk informasi, penipuan dengan mengatasnamakan pejabat di Pemerintahan Kota Depok ini bukan baru pertama kali terjadi.

Pada medio 2022 lalu, modus penipuan yang sama juga menyasar Sekretaris Kota Depok, Supian Suri.

“Saya sampaikan dengan hormat, apabila ada yang mengatasnamakan saya (Supian Suri) selaku Sekretaris Daerah Kota Depok dengan nomor handphone 081358918221, dan menjanjikan memberikan hibah baik kelembagaan atau pribadi adalah tidak benar,” kata Supian pada Selasa (28/06/2022) silam.

Baca juga: Wanita Lansia Diduga Jadi Korban Penipuan Usai Beli Emas Seharga Rp 20 Juta di Permata Hijau

Supian mengatakan, penipu yang mencatat namanya ini mengirim pesan melalui aplikasi Whatsapp ke sejumlah orang.

Modus yang digunakan pelaku adalah menjanjikan dana hibah pada si penerima pesan yang dituju.

“Ingat modusnya menjanjikan memberikan dana hibah, baik secara kelembagaan dari Pemerintah Kota Pemkot Depok ataupun secara pribadi,” ungkapnya.

Bahkan, Supian mengaku bahwa kejadian ini bukan kali pertama dialaminya.

“Yang pertama juga sama modusnya. Hanya saja dengan nomor handphone yang berbeda,” pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved