Revitalisasi Halte Transjakarta Dikritik, Komisi B DPRD DKI Sebut Ada Kekeliruan: Mau Dimodifikasi

Anggota Komisi B DPRD DKI Manuara Siahaan buka suara menyoal pembangunan revitalisasi halte Transjakarta Bundaran HI.

Kompas.com/Ryana Aryadita Umasugi
Penampakan Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada 18 Juli 2019, atau sebelum adanya halte Transjakarta Tosari-Bundaran HI. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Anggota Komisi B DPRD DKI Manuara Siahaan buka suara menyoal pembangunan revitalisasi halte Transjakarta Tosari-Bundaran HI yang menutupi visual Patung Selamat Datang.

Menurutnya, pihak Transjakarta bakal melakukan modifikasi pada desain agar tak menutupi Patung Selamat Datang.

"Ya memang setelah diimplementasikan perencanaan itu dari sisi penampakan ketinggian bangunan halte ternyata mengganggu patung selamat datang. Dan memang harus direvisi. Bisa saja ada kekeliruan proses yang harus dilakukan, dan saya lihat Transjakarta melakukan revisi sedikit kekeliruan dalam proses desain," kata Pllitikus PDIP itu di Kantor Transjakarta, Jumat (30/9/2022).

Lantaran masuk dalam kawasan bersejarah, secara etika pengerjaan revitalisasi halte tersebut memang harus melalui persidangan bersama pihak Ahli Cagar Budaya (TACB) dan Tim Sidang Pemugaran (TSP) DKI Jakarta.

Oleh sebab itu, modifikasi yang dilakukan akan mengacu pada ambang batas bangunan agar tak menimbulkan kritik kembali.

"Mau dimodifkasi sehingga ga terlalu mengganggu. Kan ada namanya ambang batas bangunan jadi sepanjang itu masih dalam kriteria keamanan bangunan itu tidak ada masalah," lanjutnya.

Baca juga: Dirut TJ Buka Suara soal Halte Transjakarta Bundaran HI Halangi Patung Selamat Datang

Dikritik Sejarawan

Sebelumnya, ejarawan JJ Rizal mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berhenti melanjutkan revitalisasi halte Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Diungkapkan melalui Twitter pribadinya, JJ Rizal menyebut revitalisasi halte Transjakarta Tosari-Bundaran Hotel Indonesia (HI) tersebut merusak karena menutupi pandangan ke arah Patung Selamat Datang yang berstatus objek diduga cagar budaya (ODCB).

"Pak gubernur @aniesbaswedan mohon stop pembangunan halte @PT_Transjakarta tosari-bundaran hi yg merusak pandangan ke patung selamat datang en henk ngantung fontein warisan presiden sukarno dgn gubernur henk ngantung sbg poros penanda perubahan ibukota kolonial ke ibukota nasional," cuitnya dikutip dari Twitter @JJrizal, Jumat (30/9/2022).

Menurutnya, Patung Selamat Datang Heng Ngantung turut menjadi simbol keramahan bangsa, semangat bersahabat melaksanakan ketertiban dunia berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi, keadilan sosial.

"Hotel Indonesia bukan hanya simbol awal pariwisata modern indonesia pasca kolonial, tapi arsitektur karya abel sorensen, arsitek markas besar PBB di New York bersama presiden sukarno dgn para maestro lukis en sastra indonesia yg oleh sukarno disebut "pembuka wajah muka indonesia"," lanjutnya.

Kata JJ Rizal, kawasan bersejarah warisan Sukarno sudah menjadi sasaran aksi vandalisme dalam 20 tahun terakhir.

Sehingga bila pembangunan revitalisasi ini tak dihentikan dinilainya Jakarta kaya infrastruktur namun miskin karakter.

"Sekali lagi mohon pak gubernur @aniesbaswedan stop pembangunan halte @PT_Transjakarta yang arogan di kawasan cagar budaya penanda sejarah perubahan kota kolonial jadi kota nasional warisan Sukarno, jangan biarkan halte-halte itu jadi noda di buku sejarah masa pemerintahan bapak yang kaya prestasi," ungkapnya.

"Semoga @PT_Transjakarta menemukan model arsitektural yg lebih pantas en menguatkan vista sejarah yg berharga, kaya nilai serta perlu.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved