Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022

Korban Tewas Jadi 130 Orang, 191 Luka-luka, Simak Update Terbaru Tragedi Stadiun Kanjuruhan

Korban tewas bertambah satu orang dari 129 kini menjadi 130 orang akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/9/2022).

Editor: Siti Nawiroh
Istimewa
Korban tewas bertambah satu orang dari 129 kini menjadi 130 orang akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/9/2022). Berikut update terbarunya. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Korban tewas bertambah satu orang dari 129 menjadi 130 orang akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/9/2022).

Sementara itu korban luka-luka pun bertambah 11 orang dari sebelumnya 180 menjadi 191 orang.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo.

“Korban meninggal dunia 130 orang. Luka-luka total 191 orang. Yang jelas itu mereka berdesak-desakan, diinjak-injak,” ujarnya dikutip dari Breaking News Kompas TV, Minggu (2/9/2022).

Sebelumnya, Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta mengungkapkan jumlah korban tewas terhitung pada pukul 05.00 WIB tadi sebanyak 127 orang.

Baca juga: Jokowi Berpesan Khusus ke Kapolri Terkait Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Gas Air Mata Bawa Petaka?

Sementara, kata Nico, untuk korban luka-luka mencapai 180 orang.

“Dalam peristiwa tersebut 127 orang meninggal dunia. Dua di antaranya anggota Polri. Yang meninggal di stadion ada 34 (korban) sisanya di rumah sakit saat upaya proses penolongan.”

“Selain itu, 180 orang masih dalam proses perawatan dilakukan upaya penyembuhan,” tuturnya.

Gas air mata mengepung tribun penonton pascalaga Arema Vs Persebaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam. Akibat kerusuhan itu, sekitar 129 orang meninggal dunia dan puluhan dirawat di berbagai rumah sakit di Kabupaten Malang, Kota Malang dan sekitarnya.
Gas air mata mengepung tribun penonton pascalaga Arema Vs Persebaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam. Akibat kerusuhan itu, sekitar 129 orang meninggal dunia dan puluhan dirawat di berbagai rumah sakit di Kabupaten Malang, Kota Malang dan sekitarnya. (Istimewa)

Terkait tewasnya korban, Nico menduga salah satu penyebabnya karena kehabisan oksigen akibat berdesakan. 

“Supporter keluar di satu titik. Kalau gak salah di pintu 10 atau pintu 12. Di saat proses penumpukan itu terjadi berdesakan sesak napas dan kekurangan oksigen.”

“Tim gabungan sudah melakukan upaya penolongan dan evakuasi ke rumah sakit,” tuturnya.

Di sisi lain, kerusuhan ini juga menyebabkan 13 mobil rusak.

“10 (mobil) di antaranya mobil dinas Polri. Sisanya mobil pribadi,” kata Nico.

Jokowi Perintahkan PSSI Hentikan Sementara Liga 1 BRI

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved