Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022

Padahal Ayah Ibu Sudah Bikin Rencana Ultah, Pilu Bocah Ini Jadi Yatim Piatu Imbas Tragedi Kanjuruhan

Rencananya bulan depan, pasutri bernama M Yulianton (40) dan Devi Ratna S (30) ini akan merayakan ulang tahun anaknya, M Alfiansyah (11).

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
Kolase Tribun Jakarta
Pasangan suami istri di Malang meninggal dunia menjadi salah satu korban tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022. Rencananya bulan depan, pasutri bernama M Yulianton (40) dan Devi Ratna S (30) ini akan merayakan ulang tahun anaknya, M Alfiansyah (11). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pasangan suami istri di Malang meninggal dunia menjadi salah satu korban tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022.

Rencananya bulan depan, pasutri bernama M Yulianton (40) dan Devi Ratna S (30) ini akan merayakan ulang tahun anaknya, M Alfiansyah (11).

Namun takdir berkata lain, Yulianton dan Devi menjadi korban tewas kericuhan pertandingan Arema FC vs Persebaya tersebut.

Alfiansyah pun ikut orangtuanya menonton laga tersebut. Beruntungnya, Alfiansyah bisa selamat.

Tragedi Stadion Kanjuruhan ini pun membuat banyak orang berduka.

Baca juga: Tragedi Kanjuruhan Sampai ke Korea Selatan, Aktor Lee Min Ho Ucap Belasungkawa: Pray For Indonesia

Update terakhir, sekitar 130 orang jadi korban tewas sementara hampir 200 orang mengalami luka-luka.

Yulianton dan Devi merupakan warga Jalan Bareng Raya 2, RT 14 RW 8, Kota Malang, Jawa Timur.

Keduanya mengajak Alfiansyah ikut menonton secara langsung pertandingan tersebut.

Gas air mata mengepung tribun penonton pascalaga Arema Vs Persebaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam. Akibat kerusuhan itu, sekitar 129 orang meninggal dunia dan puluhan dirawat di berbagai rumah sakit di Kabupaten Malang, Kota Malang dan sekitarnya.
Gas air mata mengepung tribun penonton pascalaga Arema Vs Persebaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam. Akibat kerusuhan itu, sekitar 129 orang meninggal dunia dan puluhan dirawat di berbagai rumah sakit di Kabupaten Malang, Kota Malang dan sekitarnya. (Istimewa)

Namun, hanya Alfiansyah yang selamat. Orangtuanya diduga terinjak ketika hendak keluar dari stadion.

Cerita itu diungkap Doni (43) yang merupakan kerabat korban.

"Jadi di RT 14 ini, ada sebanyak 20 orang warganya menonton langsung pertandingan di stadion. Kami menonton di Tribun 14," ujar Doni, Minggu (2/10/2022) dikutip dari Surya.co.id.

Dikatakan Doni, kericuhan dimulai pukul 22:00 WIB setelah pertandingan selelai.

Awalnya kericuhan terjadi di tengah lapangan. Namun kericuhan itu tiba-tiba mengarah ke tribun penonton.

Kericuhan semakin menjadi ketika petugas menembakan gas air mata ke arah tribun.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved