Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022

Hati Aremania Ini Menangis di GBK, Sosok 'Kakak' di Curva Sud Pergi Selamanya

Pria tersebut sengaja datang ke acara menyalakan lilin dan tabur bunga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Satrio Sarwo Trengginas/TribunJakarta.com
Doni (38), (jaket loreng) berfoto bersama dengan Aremania lainnya dalam acara nyalakan 1000 lilin dan tabur bunga di Minggu (2/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Doni (38) benar-benar sedih dengan tragedi di Stadion Kanjuruhan yang telah merenggut banyak nyawa pendukung klub Arema FC Malang.

Pria tersebut sengaja datang ke acara menyalakan lilin dan tabur bunga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk menghomati para korban tewas pada Minggu (2/10/2022).

Ia tak menyangka ratusan orang tewas akibat tragedi maut itu dan kini termasuk urutan kedua daftar peristiwa kelam kematian dalam pertandingan sepakbola di dunia.

Sementara peringkat pertama bertengger tragedi di Lima, Peru, yang menewaskan kurang lebih 328 jiwa pada tahun 1964 silam.

Doni juga benar-benar terpukul dengan kepergian salah satu sosok yang dianggapnya sebagai kakak.

Baca juga: Merah Membara di GBK, Suporter Nyanyi Angkat Flare: Arema, Arema, Kami di Sini Arema

Nawi ialah salah satu fans garis keras Arema FC yang selalu mendukung di tribun selatan atau sebutan lainnya, Curva Sud.

"Teman saya ada namanya Nawi dari Curva Sud. Temen dekat sudah kayak sodara. Dia orang yang baik dan setiakawan."

"Setiap laga home dan away dia selalu mengayomi adik-adiknya (para Aremania lain)," kata Doni kepada TribunJakarta.com di depan SUGBK, Minggu (2/10/2022) malam.

Sewaktu pertama kali mendengar tewasnya Nawi, Doni kaget tak percaya.

Doni (38), (jaket loreng) berfoto bersama dengan Aremania lainnya.
Doni (38), (jaket loreng) berfoto bersama dengan Aremania lainnya dalam acara nyalakan 1000 lilin dan tabur bunga di Minggu (2/10/2022).

Pegawai umrah dan travel tersebut kemudian bertanya kepada sejumlah Aremania.

"Ternyata bener, pilunya dia digotong teman sendiri," tambahnya.

Ia berharap pemerintah maupun pihak kepolisian dapat mengevaluasi mereka. 

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved