Turut Berduka, Wakil Wali Kota Depok Temui Keluarga Remaja yang Wafat di Situ Tujuh Muara

Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono menemui keluarga remaja yang Tewas Tenggelam di Situ Tujuh Muara, Sawangan, Kota Depok, Selasa (3/10/2022).

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Lokasi tewasnya remaja pria berinisial LB (16) di area Situ Tujuh Muara, Sawangan, Kota Depok, Senin (3/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono menemui keluarga remaja yang Tewas Tenggelam di Situ Tujuh Muara, Sawangan, Kota Depok.

Atas nama pribadi dan juga Pemerintah Kota Depok, ia mengucapkan turut berduka sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga korban.

“Saya atas nama pribadi dan Pemda Kota Depok turut berduka cita yang dalam atas wafatnya beliau,” kata Imam dikonfirmasi wartawan, Senin (3/10/2022).

Menurutnya, almarhum adalah bagian dari generasi muda penerus bangsa.

“Generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah dan mengampuni dosanya. Bagi keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan mendoakan agar almarhum bahagia di alam kuburnya dengan mendapat kan kiriman pahala dari keluarga,” tutupnya.

Baca juga: Remaja Pria Tewas Tenggelam di Situ Tujuh Muara Depok, Awalnya Sempat Dikira Prank

Sebelumnya diberitakan, seorang bocah laki-laki berinisial LB (16) tewas tenggelam di Situ Pak Keling yang masih masuk dalam area Situ Tujuh Muara, Sawangan, Kota Depok, pada Minggu (2/10/2022) kemarin.

Saksi di lokasi sekitar, EM, mengatakan, awalnya korban tengah berenang di lokasi bersama sejumlah teman-temannya.

Namun saat berenang untuk menyeberang ke titik awal mereka turun, korban tiba-tiba kesulitan berenang dan tenggelam ke dasar situ.

Awalnya, rekan-rekan korban mengira bahwa korban sedang berpura-pura atau yang disebut 'prank'.

“Itu korban gak kuat sudah megap-megap, dikira teman-temannya 'ngeprank' makanya awalnya itu didiamin sama temannya tapi sempat ditarik tangannya,” kata EM di lokasi pada wartawan.

“Pas mau sampai pinggir dekat turap terlepas. Itu posisinya teman-teman korban mengiranya juga masih 'ngeprank' terus lepas dan langsung tenggelam,” timpalnya.

Baca juga: Peringati World Up Clean Day, Warga Hingga Komunitas Gelar Acara Bersih-Bersih Situ Tujuh Muara

Lanjut EM, korban yang dikira sedang 'prank' ternyata tak kunjung muncul ke permukaan hingga akhirnya tenggelam sekira pukul 15.55 WIB.

Barulah setelah itu, berdatangan warga sekitar dan unsur Tim SAR untuk mencari keberadaan korban yang tenggelam di dasar situ.

“Akhirnya pas Tim SAR pertama dan kedua turun, nah alhamdulillah sudah keangkat tapi memang sempat dicari-cari lumayan lama 1,5 jam,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Bojongsari Kompol Yogi Maulana, mengatakan bahwa identitas korban telah diketahui dan jasadnya pun sudah diserahkan ke pihak keluarga.

“Identitas sudah diketahui, korban tenggelam pukul 15.55 WIB dan berhasil ditemukan Tim SAR pukul 17.30 WIB,” bebernya dikonfirmasi terpisah lewat pesan singkat.

Yogi berujar pihaknya masih menyelidiki terkait dugaan penyebab korban tenggelam hingga akhirnya meregang nyawa di area Situ Tujuh Muara.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved