Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022

Waketum Garuda: Jangan Jadikan Tragedi Kanjuruhan Ladang Politis

Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi angkat bicara mengenai tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu (1/10/2022).

Kolase Foto Tribun Jakarta Via TribunJatim dan Kompas.com
Kolase Foto Tragedi Kanjuruhan usai Laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya, Sabtu (2/10/2022).Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi angkat bicara mengenai tragedi di Stadion Kanjuruhan. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi angkat bicara mengenai tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu (1/10/2022).

Data terbaru dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebutkan sebanyak 125 orang tewas usai laga Liga 1 2022 Arema FC vs Persebaya.

Teddy menilaii kejadian di stadion Kanjuruhun adalah tragedi besar yang menelan banyak korban jiwa. 

"Presiden Jokowi segera bereaksi, meminta Kapolri segera mengusut tuntas kejadian ini dan Presiden meminta kejadian ini adalah yang terakhir, jangan sampai ada lagi kejadian serupa," tutur Teddy dalam keterangan tertulis, Senin (3/10/2022).

Teddy mengungkapkan provokasi yang terjadi di lapangan sehingga membuat jatuhnya korban jiwa, jangan sampai diprovokasi lagi di luar lapangan. 

Baca juga: Tiga Bersaudara Meninggal di Kerusuhan Kanjuruhan, Ayah Korban Ungkap Luka-luka yang Diderita Korban

Ia pun meminta peristiwa Stadion Kanjuruhun jangan dipolitisasi, memanfaatkan tragedi untuk pencitraan, untuk menyalahkan dan untuk tampil bak pahlawan. 

"Jangan jadikan tragedi ini ladang politis," katanya.

Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi.
Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi. (Istimewa/dok.pribadi)

Teddy juga meminta pemerintah memastikan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan asuransi.

Kemudian korban yang dirawat agar mendapatkan perawatan serius.

"Serta melakukan pengusutan tuntas untuk mengetahui siapa yang melakukan provokasi sehingga terjadi kerusuhan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa," ujarnya.

Teddy menegaskan tidak ada satupun yang menginginkan hal ini terjadi, semua orang tentu dirugikan.

Baca juga: Jumlah Korban Meninggal Tragedi Stadion Kanjuruhan Simpang Siur, Ternyata Ini Penyebabnya

Tapi hal ini sudah terjadi, maka pembenahan wajib dilakukan. 

"Kedepan harus diutamakan ketegasan aparat untuk mematikan percikan sebelum menjadi kobaran api. Jangan lagi takut akan teror HAM," imbuh Teddy.

Teddy mengungkapkan pihak kepolisian telah meminta laga Arema FC vs Persebaya dimajukan dari pukul 20.00 WIB menjadi pukul 15.30 WIB demi keamanan.

"Sayangnya hal ini tidak ditanggapi oleh panitia dan tetap melaksanakan di jam 20.00," ujarnya.

Menurut Teddy,  semua pihak sudah waktunya berbenah. Aparat kepolisian, katanya, sudah harus melakukan tindakan pelumpuhan, tindakan tegas terhadap pihak yang terlihat berpotensi membuat kerusahan. 

"Pelumpuhan itu tentu akan membuat sehat kompetisi, karena kompetisi ini butuh keamanan dan kenyaman," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved