Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022

Giring PSI Minta Ketum PSSI Mundur Buntut Tragedi Kanjuruhan, Dukung Pembentukan Tim Independen

Buntut tragedi maut di Stadion Kanjuruhan, Malang, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendesak sejumlah pihak mundur dari jabatannya.

Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Ketua Umum PSI Giring Ganesha saat menyambangi Museum Bekasi Gedung Juang Tambun, Kabupaten Bekasi, Jumat (23/9/2022). Buntut tragedi maut di Stadion Kanjuruhan, Malang, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendesak sejumlah pihak mundur dari jabatannya. 

TRIBUNJAKARTA.COM,JAKARTA - Buntut tragedi maut di Stadion Kanjuruhan, Malang, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendesak sejumlah pihak mundur dari jabatannya.

PSI mendukung langkah pemerintah untuk membentuk tim independen pencari fakta terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

“Ini langkah yang sangat tepat. Kami sangat berharap tim independen  menemukan, sampai tuntas, faktor-faktor yang menyebabkan Tragedi  Kanjuruhan," kata Ketua Umum DPP PSI, Giring Ganesha, dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/10/2022).

"Termasuk mengidentifikasi siapa saja yang harus bertanggung jawab atas tragedi yang sangat memilukan ini,” tambahnya.

Temuan tim independen sekaligus juga bisa menjadi panduan dalam membenahi kompetisi sepakbola di Indonesia.

“Tragedi Kanjuruhan wajib menjadi momentum perbaikan manajemen persepakbolaan di Tanah Air secara mendasar dan menyeluruh. Tidak boleh ada lagi nyawa yang melayang karena sepak bola,” tandas Giring.

Baca juga: Jumlah Korban Kerusuhan Kanjuruhan TERBARU: 125 Orang Meninggal Teridentifikasi, 21 Orang Luka Berat

Bersamaaan dengan pembentukan tim independen, PSI mendesak Ketua Umum PSSI mundur, sementara Kapolda Jatim dan Kapolres Malang dinonaktifkan.

“Kapolri selayaknya menonaktifkan Kapolda Jatim dan Kapolres Malang. Ini sebagai wujud pertanggungjawaban pimpinan Polri atas tragedi tersebut dan membuka jalan untuk tim independen agar bisa lebih leluasa," ujar Giring.

Selain itu, Giring meminta Ketua Umum PSSI dan dan Direksi PT Liga Indonesia mengundurkan diri sebagai wujud tanggung jawab.

Pertandingan pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 bertajuk derbi Jawa Timur, Arema FC dan Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, Sabtu (1/10/2022) berlangsung panas.
Pertandingan pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 bertajuk derbi Jawa Timur, Arema FC dan Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, Sabtu (1/10/2022) berlangsung panas. (KOMPAS.com/Suci Rahayu )

"PSSI tidak bisa lepas tangan. Tim independen memang baru akan bekerja, tapi faktanya ratusan saudara-saudara kita meninggal dunia. Sebagai wujud tanggung jawab, Ketua Umum PSSI dan Direksi PT Liga Indonesia  sepatutnya mengundurkan diri," ujar Giring.

Giring menambahkan, tragedi Kanjuruhan wajib menjadi momentum perbaikan manajemen persepakbolaan di Tanah Air secara mendasar dan menyeluruh.

"Tidak boleh ada lagi nyawa yang melayang karena sepak bola. Kita mulai perbaikan itu dengan meminta para pihak yang tidak kompeten untuk mundur.”

Senin ini, Menko Polhukam Mahfud MD  mengatakan, pemerintah telah membentuk tim gabungan independen pencari fakta atau TGIPF guna mengusut Tragedi Kanjutuhan.

Baca juga: Uang Tak Bisa Mengembalikan Nyawa Anaknya, Ayah Korban Tragedi Kanjuruhan Pingsan di Pelukan Menteri

Tim tersebut nantinya akan dipimpin langsung Mahfud dan beranggotakan berbagai Kementerian dan lembaga.

Hasil penyelidikan tim tersebut diharapkan rampung dalam dua pekan ke depan. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved