Produsen Tahu di Pasar Rebo Keluhkan Subsidi Kedelai Belum Merata

Subsidi kedelai sebesar Rp1 ribu per kilogram yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan bagi produsen tahu dan tempe belum merata dan bermasalah.

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Bima Putra/TribunJakarta.com
Idar Darsim (74), produsen tahu di Kelurahan Pekayon saat ditemui di tempat usahanya, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (4/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Subsidi kedelai sebesar Rp1 ribu per kilogram yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan bagi produsen tahu dan tempe belum merata dan bermasalah.

Idar Darsim (74), produsen tahu di Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur mengatakan hingga kini dia belum sepenuhnya dapat merasakan subsidi kedelai.

Padahal harga kedelai impor bahan baku utama produksi tahu masih berkisar Rp13 ribu per kilogram, sehingga para produsen harus merogoh kantong lebih banyak untuk modal.

"Pernah dapat subsidi dua kali apa tiga kali begitu, dapat subsidi Rp1.000 per kilonya. Tapi sekarang belum dapat lagi," kata Idar di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (4/10/2022).

Menurutnya bukan hanya dia seorang produsen tahu yang belum menikmati seutuhnya program subsidi dikeluarkan pemerintah di tengah kenaikan harga kedelai.

Baca juga: Banyak Perajin Tempe di Sunter Terlilit Utang hingga Terancam Gulung Tikar Gegara Kedelai Mahal

Dia mencontohkan sejumlah rekannya produsen tahu dan tempe di wilayah Kecamatan Pasar Rebo dan Kecamatan Ciracas yang juga belum merasakan subsidi kedelai Rp1 ribu.

"Kemarin saya tanyain enggak ada subsidi. Kedelai ini setiap hari naik, kadang-kadang Rp50 perak Rp500 perak dari harga Rp7.000 terus naiknya sampai Rp13.000, per hari naik," ujarnya.

Idar menuturkan akibat kenaikan harga kedelai impor ini keuntungan usaha produksi tahu miliknya anjlok sekitar 20 persen karena modal yang dikeluarkan membengkak.

Para produsen tahu dan tempe berharap pemerintah melakukan evaluasi penyaluran subsidi kedelai Rp1.000 per kilogram agar membantu kelangsungan usaha mereka.

"Subsidi belum merata. Harusnya di sini ada koperasi (produsen tempe dan tahu) yang membina di Kecamatan Pasar Rebo, atau di mana. Karena di sini kayaknya belum ada Koperasi," tuturnya.

Sebelumnya pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan menyatakan mengeluarkan subsidi Rp1.000 per kilogram bagi para produsen tempe dan tahu di tengah lonjakan harga.

Program subsidi kedelai Rp1.000 per kilogram yang disalurkan melalui Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Kopti) berlangsung hingga bulan Desember 2022 mendatang.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved