Anies Baswedan Sebut JRC Mampu Kurangi 70 Persen Sampah Jakarta yang Dikirim ke Bantargebang

Tempat pengolahan sampah Jakarta Recycle Center (JRC) di Pesanggrahan, Jakarta Selatan dinilai mampu mengurangi sampah dari Jakarta

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ditemani istri, Fery Farhati Baswedan, meninjau tempat pengolahan sampah di Jakarta Recycle Center (JRC), Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (5/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PESANGGRAHAN - Tempat pengolahan sampah Jakarta Recycle Center (JRC) di Pesanggrahan, Jakarta Selatan dinilai mampu mengurangi sampah dari Jakarta yang dikirim ke TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, sampah yang telah berhasil dikurangi mencapai 60 hingga 70 persen.

"Ini semua dikerjakan secara kolektif pada saat ini uji coba di 6 model area di Kecamatan Pesanggrahan ini, dan Alhamdulillah sudah berhasil mereduksi sampah sampai sebanyak 60 hingga 70 persen," kata Anies di lokasi, Rabu (5/10/2022).

Anies mengungkapkan, jumlah sampah yang dibuang ke TPST Bantargebang mencapai 7.700 ton per hari.

"Itu setara dengan kira-kira 45 bus gandeng Transjakarta kalau dijejerin tuh," ungkap dia.

Baca juga: Jakarta Dikepung Banjir Bikin Ratusan Orang Mengungsi, PDIP Sebut Anies Baswedan Sudah Fokus Capres

Dalam kunjungan ke JRC, Anies Baswedan didampingi sang istri, Fery Farhati.

Kepala Dinas Lingkugan Hidup (Kadis LH) DKI Jakarta Asep Kuswanto dan Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin juga turut mendampingi Anies.

Anies menjelaskan, pembangunan JRC sebagai tempat pengolahan sampah telah direncanakan sejak 2018.

Baca juga: Kukuhnya Anies Singgung Sumur Resapan Meski Anggaran di APBD Sudah Dicoret: Ampuh Cegah Banjir

"Ketika mendengar kata sampah, maka asosiasinya adalah tanpa guna. Sekarang kita mengedepankan sebuah model pengolahan sampah terpadu untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA," kata Anies.

Menurut Anies, keberadaan JRC menjadi paradigma baru dalam pengelolaan dan daur ulang sampah di Jakarta.

"Model ini memang paradigma baru, karena ada peran masyarakat partisipasi dalam memulai dari pemilahan sampah. Kemudian, ada perubahan mekanisme pengangkutan sampah yang sudah terpilah dan terjadwal. Lalu, ada proses daur ulang sampah," ujar dia.

Baca juga: Berjuang Lawan Macet Pakai Motor, Wagub Ariza Tinjau Banjir di Mampang Malam-malam: Siap Antisipasi

Lewat JRC, ia berharap adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemilihan dan perubahan mekanisme pengangkutan sampah.

"Partisipasi masyarakat dimulai dari pemilahan sampah, kemudian ada perubahan mekanisme pengangkutan sampah yang sudah terpilah dan terjadwal," tutur Anies.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved