Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022

Kesedihan Luar Biasa Thomas Doll Lihat Tragedi Kanjuruhan: Ini Tak Boleh Terjadi di Sepak Bola

Pelatih Persija Jakarta Thomas Doll merasakan kesedihan luar biasa melihat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Ini pesan sang pelatih.

Kolase Foto TribunJakarta
Kolase Foto Pelatih Persija Jakarta Thomas Doll dan Skuat Macan Kemayoran. Pelatih Persija Jakarta Thomas Doll merasakan kesedihan luar biasa melihat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). Ini pesan sang pelatih. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pelatih Persija Jakarta Thomas Doll merasakan kesedihan luar biasa melihat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).

Data terbaru, korban meninggal usai laga Liga 1 2022 Arema FC vs Persebaya mencapai 131 orang.

"Saya merasakan kesedihan yang luar biasa, karena hal seperti ini tidak boleh terjadi di sepak bola. Saya mengucapkan turut berbela sungkawa pada keluarga dan kerabat korban. Saya akan membahas sepak bola lagi ketika semua masalah yang menyebabkan tragedi ini sudah terselsaikan," ucap Thomas Doll dikutip dari laman resmi klub, Rabu (5/10/2022).

Buntut dari tragedi tersebut, laga Liga 1 2022 ditunda termasuk pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jawa Barat, pada Minggu (2/10/2022).

Sementara itu Presiden Macan Kemayoran Muhamad Prapanca mendoakan apa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan menjadi kasus terakhir di sepak bola Indonesia.

“Saya mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, saya mendoakan untuk semua korban agar mendapat tempat di sisinya dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Saya berharap semoga insiden di Malang menjadi kasus terakhir di sepak bola Indonesia,” kata Prapanca.

Baca juga: Persija Jakarta Ungkap Imbauan PSSI Tak Boleh Buat Pernyataan Memperkeruh Soal Tragedi Kanjuruhan

Sedangkan Kapten Persija Jakarta Andritany Ardhiyasa menginginkan sepak bola menjadi olahara yang bisa dinikmati tanpa ada rasa takut.

“Saya mewakili tim Persija turut berduka cita atas apa yang terjadi di Malang. Semoga semua korban mendapatkan tempat terbaik di sisinya, dan keluarga korban diberi kekuatan. Saya berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan, karena kami menginginkan sepak bola adalah olahraga yang bisa dinikmati oleh semua kalangan tanpa ada rasa takut,” kata pemain kelahiran Jakarta 30 tahun lalu itu.

Penjaga gawang Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa saat ditemui setelah berlatih di Nirwana Park, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Rabu (25/5/2022)
Penjaga gawang Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa saat ditemui setelah berlatih di Nirwana Park, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Rabu (25/5/2022) ((Tribunnews.com/Alfarizy AF))

Bek senior Persija Jakarta Maman Abdurahman, berharap tragedi Kanjuruhan itu menjadi pembelajaran.

“Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas insiden di Malang. Semoga keluarga korban diberikan kesabaran dan ketabahan. Saya berharap kejadian ini menjadi yang terakhir dan ini menjadi pembelajaran buat kita semua,” ujar Maman.

Dukung Penuh Imbauan PSSI

Persija Jakarta mendukung penuh imbauan PSSI dengan nomor surat 4034/UDN/2608/X-2022.

Dalam surat pemberitahuan yang dikeluarkan pada tanggal 2 Oktober itu PSSI menyampaikan beberapa hal kepada Asosiasi Provinsi PSSI, klub anggota PSSI, dan Asosiasi PSSI.

Diantaranya adalah imbauan pengibaran bendera merah putih setengah tiang selama sepekan, mengenakan pita hitam di lengan kiri dan pita merah putih di lengan kanan di setiap aktifitas sepak bola yang dilakukan dalam sepekan.

Baca juga: Persija Berduka Tragedi Kanjuruhan, Sang Kapten: Sepak Bola Adalah Hiburan Bukan Cerita Menakutkan

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved