Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022

UPDATE: Pemerintah Umumkan Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan jadi 131 Orang, Termasuk 33 Anak

Adapun angka 131 orang korban meninggal tragedi Kanjuruhan ini bersumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dan telah dikonfirmasi

kemenkopmk.go.id/twitter
Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy merilis jumlah korban jiwa tragedi Kanjuruhan usai laga Arema versus Persebaya, Sabtu (1/10/2022), total mencapai 131 orang. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy merilis jumlah korban jiwa tragedi di Stadion Kanjuruhan usai laga Arema versus Persebaya, Sabtu (1/10/2022), total mencapai 131 orang.

Adapun angka 131 orang korban meninggal tragedi Kanjuruhan ini bersumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dan telah dikonfirmasi kepada Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto. Data sebelumnya, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 125 orang.

Berdasarkan data korban tragedi Kanjuruhan Pemerintah Kabupaten Malang, Posko Postmortem Crisis Center, korban meninggal tersebar di beberapa rumah sakit.

Rumah Sakit Wafa Husada ada 53 orang, RSB Hasta Brata Batu 21 orang, RSUD Saiful Anwar 20 orang, RS Teja Husada Kepanjen 15 orang, RS Ben Mari Pakisaji 1 orang, RS Hasta Husada 3 orang, RSI Gondang Legi 4 orang, RS Salsabila 1 orang, RST Soepraon 10 orang.

Selain itu, ada sejumlah korban meninggal dari tragedi Kanjuruhan yang tidak berada di fasilitas kesehatan, sebagaimana informasi dari keluarga korban.

“Yang sakit kita layani sebaik dan secepat mungkin dan gratis, sedang yang meninggal keluarganya beri santunan dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten-kota,” kata Muhadjir dalam siaran pers, Rabu (5/10/2022).

Baca juga: Kisah Pilu Ayah Korban Tragedi Kanjuruhan, Buka 50 Kantung Jenazah Cari Anaknya Tapi Tak Dapat Hasil

Dari total korban meninggal, terdapat 90 laki-laki dan 41 perempuan.

Kebanyakan korban adalah remaja dan anak muda berusia 12-24 tahun dan satu korban lainnya masih balita berusia 4 tahun.

Suasana mencekam saat tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022).
Suasana mencekam saat tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022). (Surya Malang/Purwanto)

Muhadjir bilang, pihaknya akan masih berfokus pada penanganan darurat insiden dan korban, baik yang luka maupun tewas.

Hal itu dilakukan, sebagai tugas dan fungsi Kemenko PMK untuk melakukan penanganan korban, terutama melakukan update data.

“Saat ini kita fokus dulu ke mereka yang menjadi korban, karena ini masih tanggap insiden, sisanya baru nanti kira rekonstruksi peristiwanya kemudian nanti kita tentukan sikap sambil menunggu keputusan presiden,” jelas Muhadjir.

Sementara itu, untuk menghindari ledakan sosial, Menko PMK meminta Aremania agar dapat menahan diri.

“Semua prihatin atas insiden di Stadion Kanjuruhan. Tapi saat ini saya minta Aremania untuk menahan diri. Mari kita ciptakan suasana yang kondusif. Jangan sampai ada lagi korban berjatuhan. Sudah cukup. Terlalu mahal nyawa hanya untuk sepakbola,“ pinta dia.

Baca juga: Padahal Ayah Ibu Sudah Bikin Rencana Ultah, Pilu Bocah Ini Jadi Yatim Piatu Imbas Tragedi Kanjuruhan

Sementara itu, Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA, Nahar menyampaikan, sebanyak 33 anak meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan pasca-laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022) lalu. 

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved