Beda dengan Anies, Wagubnya Mau Minta Maaf Kebijakan Baru Bikin Penumpukan di Halte Transjakarta

Ahmad Riza Patria meyakinkan, pihaknya bakal melakukan evaluasi kebijakan baru ini melalui PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

Kolase TribunJakarta.com
Beda dengan Gubernur Anies Baswedan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyampaikan permintaan maaf atas terjadinya penumpukan penumpang sejumlah di halte Transjakarta beberapa hari terakhir imbas adanya kebijakan baru tap in tap out kartu uang elektronik (KUE) di halte. 

Direktur Utama PT JakLingko Kamaluddin menyatakan bahwa pihaknya menerapkan sistem baru di halte Transjakarta, yakni setiap penumpang wajib tap out ketika keluar dari halte.

+++

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyampaikan permintaan maaf atas terjadinya penumpukan penumpang sejumlah di halte Transjakarta beberapa hari terakhir imbas adanya kebijakan baru tap in tap out kartu uang elektronik (KUE) di halte.

Bahkan, sejumlah pengguna moda transportasi publik tersebut mengeluhkan kartu yang terblokir dan kurangnya transportasi.

Kebijakan baru itu yakni kebijakan tap in dan tap out serta one passenger one card (satu penumpang, satu kartu).

Ahmad Riza Patria meyakinkan, pihaknya bakal melakukan evaluasi kebijakan baru ini melalui PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

"Ya kami memohon maaf, yang terjadi tentu menjadi evaluasi bagi kami, Transjakarta sudah memahami, mengerti dan terus akan di carikan solusi terbaiknya," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir. Jakarta Pusat, Kamis (6/10/2022).

Pria yang akrab disapa Ariza ini memastikan integrasi tak berjalan meskipun ada kejadian ini.

Baca juga: Program Naturalisasi Sungai Anies Baswedan Mangkrak, Wagub Ariza Bela: Banyak Sengketa Lahan

Menurutnya, kejadian ini hanya permasalahan teknis saja dan memang bisa terjadi.

"Ya ngga juga, ini kan tetep jalan integrasi kan. soal itu kan masalah teknis, teknologi itu kan masalah-masalah teknis seperti itu kan bisa terjadi," lanjutnya.

"Justru kita bersyukur ini terjadi di awal, sehingga kita bisa mengantisipasi ke depan ya, karena memang nantikan jangkauannya, luasannya kan besar sekali. jadi ini menjadi evaluasi, pembelajaran bagi Transjakarta supaya di cek kembali apa sesungguhnya yang terjadi. apakah kesalahan pada kartu atau justru pada card rider itu sendiri. Nanti ini akan kita lihat," pungkasnya.

 

Sementara itu, Anies Baswedan merespons berbeda atas adanya penumpukan penumpang di halte Transjakarta akibat berkebijakan baru tap out ketika keluar halte.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved