Program Naturalisasi Sungai Anies Baswedan Mangkrak, Wagub Ariza Bela: Banyak Sengketa Lahan

Untuk mengakali program normalisasi atau naturalisasi sungai yang tak berjalan maksimal, Ariza sebut Pemprov DKI sudah melakukan upaya lain

Dok Kementerian PUPR
Normalisasi Sungai Ciliwung di Kampung Melayu, Jakarta Timur 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Mangkraknya program normalisasi maupun naturalisasi sungai di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan jadi sorotan banyak kalangan.

Padahal, program pengendali banjir itu sempat jadi andalan di era gubernur sebelumnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza beralasan, program normalisasi atau narutalisasi sungai tak berjalan lantaran banyaknya sengketa lahan yang ditemui Pemprov DKI Jakarta.

"Masalah selama ini terkait kasus-kasus tanah, di Jakarta ini banyak sekali masalah sengketa tanah," ucapnya, Kamis (6/10/2022).

Ariza mengklaim, beragam upaya sudah dilakukan Pemprov DKI untuk mengatasi masalah ini, salah satunya dengan berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) untuk mempercepat sertifikasi tanah di ibu kota.

Baca juga: Pembebasan Lahan untuk Normalisasi Kali Sunter di Cipinang Melayu Masih di Bawah 50 Persen

Baca juga: Kemarin Anies Baswedan Dideklarasikan Jadi Capres 2024, Kini Jakarta Langsung Dikepung Banjir

"Alhamdulillah dalam 1-2 tahun terakhir ada percepatan dan akan dilakukan percelatan lebih baik lagi terkoat pensertifikatan tanah-tanah milik Pemprov DKI," ujarnya.

Untuk mengakali program normalisasi atau naturalisasi sungai yang tak berjalan maksimal, Ariza sebut Pemprov DKI sudah melakukan upaya lain seperti, program sumur resapan maupun pembangunan 9 polder, 4 waduk, dan revitalisasi 2 sungai atau yang dikenal dengan project 942.

PSI Nilai Anies Gagal Atasi Banjir

Justin Adrian Untayana, anggota DPRD DKI Jakarta dari partai PSI untuk periode  2019-2014 ungkap akan mudah beradaptasi, Senin (26/8/2019)
Justin Adrian Untayana, anggota DPRD DKI Jakarta dari partai PSI untuk periode  2019-2014 ungkap akan mudah beradaptasi, Senin (26/8/2019) (TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina)

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Justin Adrian Untayana menilai Gubernur Anies Baswedan gagal dalam mengatasi masalah banjir.

Ia pun menyebut, kegagalan ini terjadi lantaran program normalisasi atau naturalisasi yang seharusnya dijalankan malah mangkrak di era kepemimpinan Anies.

"Media utama pengendalian banjir DKI dalam menghadapi banjir lokal semestinya dan setidaknya adalah normalisasi untuk sungai-sungai utama yang harus ada progresnya di setiap tahun," ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (5/10/2022).

Tak hanya itu, jaringan mikro atau saluran-saluran air pun harus diperluas sehingga daya tampung air semakin besar.

"Densitas curah hujan harus dialirkan secepatnya ke laut untuk mengimbangi durasi dan curah hujan yang tinggi, dan sebagai media pendukung atau pendukung," ujarnya.

Baca juga: Jelang Lengser Dari DKI, Anies Baswedan Syukuri Pendamping Gak Ngerepotin: Untung Wakilnya Pak Ariza

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved