Punya 16 Sumur Resapan, Anies Baswedan Undang Pakar Belajar Cara Penataan Kampung Gembira Gembrong

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengundang para pakar untuk mempelajari hasil revitalisasi Kampung Gembira Gembrong.

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Bima Putra/TribunJakarta.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meresmikan revitalisasi Kampung Gembira Gembrong, Jakarta Timur, Jumat (7/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengundang para pakar untuk mempelajari hasil revitalisasi Kampung Gembira Gembrong.

Menurutnya, revitalisasi permukiman warga di RW 01, Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur layak jadi contoh untuk penataan di wilayah lain.

Anies mencontohkan konsep waterfront city yang digunakan, di mana permukiman atau rumah warga korban kebakaran Pasar Gembrong kini menghadap aliranya Kali Cipinang.

Beda dengan sebelum direvitalisasi, di mana warga RW 01 tidak bisa melihat aliran Kali Cipinang yang membentang di dekat permukiman mereka karena terhalang bangunan.

"Jadi kampung yang menghadap ke sungai, disiapkan jalan. Sekarang dirubah menjadi tempat di mana kita bisa memandang ke sungai," kata Anies di Jakarta Timur, Jumat (7/10/2022).

Baca juga: Warga Wajib Jaga Kebersihan Kampung Gembira Gembrong, Lurah: Jangan Seenaknya Sendiri

Bangunan toilet umum yang tadinya menutupi pandangan warga ke aliran Kali Cipinang dihilangkan, diganti dengan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan Posyandu.

Pun hingga kini aliran Kali Cipinang yang membentang di dekat permukiman warga Kampung Gembira Gembrong tampak kumuh karena airnya berwarna hitam, aliranya juga dangkal.

Rumah warga yang tadinya berhimpitan kini diberi jarak, sehingga terdapat ruang sirkulasi udara dan diharapkan membuat warga Kampung Gembira Gembrong lebih sehat.

"Setiap rumah Insya Allah mendapatkan udara yang segar. Sehingga tidak lembab, pengap, dan yang tinggal di situ Insya Allah sehat. Rancangannya ini penuh dengan (cat, mural) warna-warni," ujarnya.

Menurut Anies keunggulan dari Kampung Gembira Gembrong juga karena menggunakan konsep zero runoff, di mana debit air hujan tidak dilimpahkan ke aliran kali atau saluran.

Permukiman warga Kampung Gembira Gembrong yang sudah direvitalisasi, Jatinegara, Jakarta Timur.
Permukiman warga Kampung Gembira Gembrong yang sudah direvitalisasi, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (7/10/2022).

Debit air hujan di kawasan Kampung Gembira Gembrong ditampung di tanah melalui 16 sumur resapan yang dibangun saat proses revitalisasi permukiman warga.

"Sehingga kampung tidak menyumbang air ke luar, semua (air huja) dimasukkan ke dalam tanah, sumur resapan. Ada 16 sumur resapan yang kedalamannya bahkan ada sampai 30 meter," tuturnya.

Anies mengatakan hasil revitalisasi Kampung Gembira Gembrong juga bukti permukiman warga padat penduduk tidak perlu digusur, menurutnya kampung kumuh justru harus ditata.

Kampung Gembira Gembrong juga dilengkapi JakWifi dan 138 rumah warga dihias mural, di antaranya mural pejuang kemerdekaan Haji Darip dan pahlawan nasional Mohammad Husni Thamrin.

"Ini menjadi percontohan, jadi bukan saja bangunannya bagus secara estetika, tapi juga bangunannya, model, secara konsep dan ramah lingkungan di dalam pengolahan airnya," lanjut Anies.

Anies meminta warga membantu bila ada pihak-pihak yang datang untuk mempelajari hasil penataan Kampung Gembira Gembrong, agar bisa dicontoh pada wilayah padat penduduk lain.

"Nanti kita belajar kalau ada kampung yang kumuh, padat itu suasana Kampung Gembrong dulu. Berubah sekarang, dalam waktu lima bulan. Artinya di tempat lain pun bisa dilakukan," sambung dia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved