Penjabat Pengganti Anies Baswedan

Jokowi Tunjuk Heru Budi Jadi Pj Gubernur DKI, Pengamat Sudah Menduga: Dipilih Karena Punya Kedekatan

Pengamat politik Jamiluddin Ritonga sudah menduga Jokowi akan pilih Heru Budi sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta. Ia menilai ada faktor kedekatan.

Kolase Foto TribunJakarta
Kolase Foto Presiden Jokowi dan Heru Budi Hartono. Pengamat politik Jamiluddin Ritonga sudah menduga Jokowi akan pilih Heru Budi sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta. Ia menilai ada faktor kedekatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci


TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Presiden Joko Widodo telah memilih Heru Budi Hartono sebagai penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan yang akan lengser 16 Oktober mendatang.

Kepala Sekretariat Kepresidenan ini pun akan memimpin ibu kota hingga 2024 mendatang.

Heru menyisihkan dua kandidat lainnya, yaitu Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Marullah Matali dan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar.

Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menyebut, pemilihan Heru ini sudah diprediksi sebelumnya.

Pasalnya, eks Wali Kota Jakarta Utara memang hubungan dekat dengan Presiden Jokowi.

Baca juga: Di Hadapan Warga Jakarta, Anies Baswedan Masih Malu-malu Minta Didoakan Jadi Capres: Amanat Baru

"Keputusan tersebut sudah diduga sebelumnya. Heru dinilai akan dipilih Jokowi karena mempunyai kedekatan dengannya, bukan semata pertimbangan profesionalisme," ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (10/10/2022)..

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul ini pun mengkritisi pilihan Presiden Jokowi ini.

Kolase Foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Heru Budi Hartono
Kolase Foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Heru Budi Hartono (Kolase Foto Tribun Jakarta)

Ia pun menilai sosok Marullah dan Bahtiar lebih mumpuni dan kredibel memimlin Jakarta dibandingkan Heru.

Bahtiar pun dinilai lebih netral sehingga lebih dapat diterima baik oleh partai politik, maupun berbagai elemen masyarakat Jakarta.

"Kalau mempertimbangkan profesionalisme, tentunya Marullah dan Bahtiar akan lebih dipertimbangkan," ujarnya.

"Bahkan, Bahtiar dinilai banyak pihak jauh lebih mumpuni dan dimungkinkan lebih independen," sambungnya.

Oleh karena itu, ia menilai menunjukan Heri sebagai Pj Gubernur DKI terkesan lebih ke arah pertimbangan politik ketimbang profesionalisme.

Terlebih selain dekat Jokowi, Heru uga dekat dengan partai politik tertentu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved