Wamen ATR/BPN Raja Juli Nilai Jokowi Sangat Layak Dapat Nobel Ekonomi

Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni menilai semestinya Presiden Jokowi mendapatkan nobel ekonomi dari dunia internasional.

Editor: Elga H Putra
Istimewa
Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni menilai semestinya Presiden Jokowi mendapatkan nobel ekonomi dari dunia internasional. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni menilai semestinya Presiden Jokowi mendapatkan nobel ekonomi dari dunia internasional.

Hal itu disampaikan Raja Juli saat menyampaikan Kuliah Umum di hadapan Guru Besar dan Peserta Wisuda yang diselenggarakan oleh Universitas Darul Ulum Jombang, sabtu (15/10/2022).

Awalnya, Raja Juli menjelaskan bahwa saat ini Indonesia memiliki 126 juta bidang tanah yang harus disertifikasi  dimana semua itu ditargetkan selesai pada 2025.

Progress pendaftaran bidang tanah terdaftar tahun ini sejumlah 94,2 juta bidang tanah.

Adapun yang telah bersertifikat sejauh ini sejumlah 79,4 juta bidang tanah.

Baca juga: Ada Acara Perpisahan Anies Baswedan di Balai Kota, Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan

“PTSL atau Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap menargetkan bisa menyertipikasi sejumlah 126 juta bidang pada 2025. Merupakan PR saya dan Pak Hadi bagaimana supaya 46,6 juta bidang tanah ini dapat bersertifikat," kata Raja Juli.

Raja Juli menjelaskan, selain percepatan pendaftaran tanah melalui PTSL, pemerintah juga melakukan redistribusi tanah sebagai cara untuk menata Kembali struktur penguasaan dan pemilikan tanah.

“Dibawah kepemimpian Pak Jokowi, Indonesia sedang semangat-semangatnya meredistribusi tanah. Dari tahun 2015-2022 total tanah yang telah diredis adalah 1.478.496 hektar, rata-rata pertahunnya 211.213 hektar

Jika dibandingkan 8 tahun kepemimpinan Pak Jokowi nyaris setara dengan pemeritahan selama 54 tahun” ujar Raja Juli.

Baca juga: Baru Juga Mulai, Teddy Minahasa Minta Pemeriksaannya Dihentikan: Ogah Didampingi Pengacara Polri

Pelaksanaan sertifikasi ini baik dalam legalisasi asset maupun redistribusi tanah yang dilakukan oleh pemerintah terinspirasi oleh aktivis sosial yang bergerak di Peru pada tahun 1980-an yakni, Hernando De Soto.

“Sebagai perbandingan Hernando De Soto berhasil menyertifikasi 1,58 juta bidang tanah. Sedangkan Pak Jokowi dalam waktu 8 tahun berhasil menyertifikasi 40 juta bidang,” kata Raja Juli.

Menurut Raja Juli, capaian prestisius yang diraih oleh Jokowi mestinya mendapatkan penghargaan oleh dunia internasional. Sebab pelaksanaan sertifikasi tersebut terbukti memberikan kontribusi pada masyarakat.

“Jadi kalau De Soto yang hanya menyertifikasi 1,58 juta bidang tanah saja mendapatkan Nobel Ekonomi. Bagaimana Pak Jokowi yang telah menyertifikasi 40 juta bidang? Tentu saja Pak Jokowi layak mendapatkan Nobel Ekonomi,” kata Raja Juli.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved