Kasus Gangguan Ginjal Akut
Anak Kota Bekasi Terdeteksi Gagal Ginjal Akut dan Dirawat di RSCM
Pasien anak asal Kota Bekasi terdeteksi menderita gagal ginjal akut dan kondisinya saat ini dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Acos Abdul Qodir
Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pasien anak asal Kota Bekasi terdeteksi menderita gagal ginjal akut dan kondisinya saat ini dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
Saat ini, Dinas Kesehatan Kota Bekasi masih menggali lebih dalam terakait informasi tersebut.
"Sedang dirangkum, ada informasi bahwa di RSCM ada kasus tapi kita harus lacak dulu untuk melakukan PE (penelusuran epidemiologi)," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati, Sabtu (22/10/2022).
Tanti menambahkan, pihaknya belum memastikan apakah pasien anak asal Kota Bekasi itu benar-benar menderita gagal ginjal akut seperti yang saat ini banyak terjadi atau bukan.
"Kita sedang koordinasi dahulu nanti sesegera mungkin, apakah betul-betul positif penyakit ginjal akut misterius yang saat ini atau bukan," tegas dia.
Baca juga: UPDATE Kasus Gangguan Ginjal Akut di Indonesia, Terdeteksi 241 Kasus, 133 Meninggal Dunia
Baca juga: Bertambah 11 Kasus, Total 82 Anak di Jakarta Terpapar Gangguan Ginjal Akut
Dikutip Tribunnews.com, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pasien ginjal akut mengalami peningkatan yang cukup pesat di RSCM.
"Naiknya pesat sekali dan preseure ke rumah sakit sudah ke rasa. Jadi rumah sakit ke RSCM sudah mulai penuh ICU nya untuk anak-anak," kata Budi di Jakarta, Jumat (21/10/2022).
"Naiknya pesat sekali dan preseure ke rumah sakit sudah ke rasa. Jadi rumah sakit ke RSCM sudah mulai penuh ICU nya untuk anak-anak," kata Budi di Jakarta, Jumat (21/10/2022).
Budi pun menyebutkan hal yang paling dikhawatirkan adalah fatality rate yang tinggi.
Karenanya, pemerintah pun mengambil kebijakan yang bersifat konservatif untuk mencegah banyaknya anak yang masuk ke rumah sakit, yaitu melarang penggunaan obat sirup pada anak.
"Walau belum 100 persen tahu, kira-kira 75 persen kita sudah tahu penyebab ini sehingga kita larang dulu," papar Budi lagi.
Larangan tersebut untuk diresepkan atau dijualnya obat sirup di apotik sementara waktu.
Sampai memastikan, mana Produk yang benar-benar berbahaya atau tidak.
Di sisi lain, sembari memantau, pihaknya pun mulai menyadari kenaikan kasus gangguan ginjal akut ini.
Baca juga: Kasus Meningkat, Pemprov DKI Desak Kemenkes Ambil Langkah Konkret Atasi Gangguan Ginjal Akut
Sehingga Kemenkes sudah mengindentifikasi meningkatkan layanan kesehatan jika dibutuhkan untuk rumah sakit.
"Dan RSCM saya minta karena menjadi rumah sakit nasional pengampu ginjal untuk mengkoordinasikan ini," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/RSCM-Salemba-Jakarta-Pusat.jpg)