Kontroversi Holywings

W Superclub Mengaku Bagian Dari Holywings Group, DPMPTSP DKI: Mungkin Enggak Berafiliasi Ya

W Superclub diketahui beroperasi menggantikan Holywings V Club Gatot Subroto yang sudah disegel.

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Gerakan Pemuda (GP) Ansor DKI Jakarta menggelar aksi di Holywings Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/6/2022) malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, BOGOR - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta Benni Aguscandra sebut izin usaha W Superclub tak berafiliasi dengan Holywings.

Hal ini diungkapkannya saat ditemui di Grand Cempaka, Bogor, Jawa Barat.

"Kalau dilihat dari daftarnya si mungkin enggak berafiliasi ya karena kan kalau sudah dicabut NIB-nya, enggak boleh lagi afiliasi dengan Holywings," katanya di lokasi, Selasa (1/11/2022).

Padahal, W Superclub diketahui beroperasi menggantikan Holywings V Club Gatot Subroto yang sudah disegel.

dilansir dari instagramnya (@wsuperclub) dijelaskan bahwa tempat hiburan malam itu merupakan bagian dari HGW atau Holywings Group.

Baca juga: Holywings Gatot Subroto Berubah Jadi W Superclub, Pemprov DKI: Itu Beda Manajemen

Ini berarti, tempat hiburan malam yang sempat ditutup Gubernur Anies Baswedan itu kini hanya berganti nama saja.

Benni egatakan, jika manajemen W Superclub sama dengan Hollywings sama, maka seharusya tidak boleh beroperasi.

"Kalau dari satu manajemen yang sama ya harusnya nggak boleh ya. Artinya beda manajemen, beda namanya gitu. Semuanya kan udah dicabut izin Holywings grup di Jakarta yang 12 itu dicabut, dibatalkan NIB-nya. Jadi gak boleh lagi kan," kata Benni.

Di sisi lain, nomor Induk Berusaha (NIB) Holywings di Jakarta pun sudah dicabut di era kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan.

Namun, lokasi bangunannya memang masih bisa dipakai oleh pihak lain dengan syarat memiliki NIB baru bila membuka outlet yang baru.

Kemudian, untuk proses membuat izin usaha melalui satu pintu dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melalui Sistem Online Single Submission (OSS).

"Izinnya kan dari pusat, dari oss. Kemudian, sudah ada NIB-nya, terus izinnya. Perusahannya secara prinsip kan tadinya memang perusahaannya Holywings, tetapi kami tidak mau membekukan lokasinya, lokasinya memang memungkinkan untuk kegiatan usaha, ya misal orang lain yang mengajukan, ya silakan saja sejauh dia memenuhi ketentuan yang berlaku," lanjutnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved