Polisi Pastikan Tak Ada Bom di Lokasi Konser NCT 127, Pemeriksaan Penonton Diperketat
Polisi memastikan tidak ada bom di lokasi konser boyband NCT 127 di ICE BSD, Tangerang Selatan. Pemeriksaan penonton diperketat.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim
TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polisi memastikan tidak ada bom di lokasi konser boyband NCT 127 di ICE BSD, Tangerang Selatan.
Hal itu dipastikan setelah tim penjinak bom (Jibom) dibantu anjing pelacak melakukan penyisiran.
"Jadi tadi sudah dilakukan sama tim Jibom dan anjing pelacak ya, tidak ada unsur-unsur yang berkaitan bahan peledak atau bom ya. Jadi situasi dipastikan aman," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan, Jumat (4/11/2022).
Zulpan menambahkan, polisi telah berkoordinasi dengan pihak penyelenggara untuk tetap melangsungkan konser.
"Kepolisian sudah koordinasi dengan pihak penyelenggara kegiatan tetap berlangsung. Saat ini juga sebagian penonton sudah datangi lokasi acara ya," ujar dia.
Baca juga: Ada Ancaman Serangan Bom, Konser NCT 127 di ICE BSD Dipastikan Tetap Berjalan Sesuai Jadwal
Sebanyak 250 personel polisi disiagakan untuk mengamankan konser NCT 127. Pintu masuk ke lokasi acara dibuka pukul 15.00 WIB.
"Sampai sekarang 250 orang kemudian dengan SOP dalam pengecekan kepada setiap penonton nanti lebih ketat lagi," tutur Zulpan.
Diberitakan sebelumnya, ancaman bom itu ditulis dalam secarik kertas dan beredar di media sosial.
"ICE BSD 4 November 2022. S.O.S. 11 Orang 3 Mobil TNT TATP," demikian ancaman bom yang beredar.
Polisi pun telah mengidentifikasi akun media sosial yang menyebarkan ancaman bom tersebut.
Zulpan mengatakan, penyebar ancaman bom itu diketahui setelah penyidik Polres Tangerang Selatan melakukan profiling.
"Itu kan melalui akun media sosial ancaman itu. Jadi kita sekarang sudah mengecek, profiling, terkait akun sosial media itu. Penyidik dari Satreskrim Polres Tangerang Selatan sudah melakukan penyelidikan," kata Zulpan.
Meski sudah mengetahui akun yang menyebarkan ancaman bom, Zulpan mengaku pihaknya belum dapat mempublikasikannya.
"Memang sudah diketahui, cuma kita tidak mau sebutkan dulu yang memposting itu," ujar dia.