Festival Berdendang Bergoyang

Total Periksa 17 Saksi, Kasus Festival Berdendang Bergoyang Naik Penyidikan

Kasus Festival Berdendang Bergoyang naik penyidikan. Polisi telah periksa 17 saksi, Jumat (4/11/2022).

Kolase Foto TribunJakarta
Kolase Foto Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin dan Festival Berdendang Bergoyang.Kasus Festival Berdendang Bergoyang naik penyidikan. Polisi telah periksa 17 saksi, Jumat (4/11/2022). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kasus Festival Berdendang Bergoyang, saat ini telah memasuki tahap penyidikan.

Diketahui, polisi telah memeriksa 3 saksi baru atas peristiwa yang menyebabkan sejumlah korban pingsan saat festival tersebut berlangsung.

"Sampai dengan kemarin, kami sudah melakukan pemeriksaan sebanyak 14 orang ya. Kita mintai keterangan, dan hari ini bertambah tiga orang lagi," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin di kawasan Patung Kuda Monas, Jumat (4/11/2022).

Jika ditotal, hingga hari ini kata Komarudin sebanyak 17 saksi sudah diperiksa.

Sementara tiga saksi baru diantaranya, merupakan dua orang petugas Satgas Covid-19, dan satunya lagi merupakan seorang ahli.

Dalam hal ini, menurut Komarudin pihak penyelenggara sendiri bisa diancam pidana atas kelalaian ataupun pelanggaran karantina kesehatan.

Baca juga: Polisi Panggil Tenaga Medis Hingga Ahli Investigasi Insiden Festival Berdendang Bergoyang

"Kepada mereka ke pihak manajemen atau penanggungjawab, kami kenakan pasal dugaan pasal 360 ayat 2 akibat lalainya menyebabkan orang lain luka, serta pasal 93 UU nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Puluhan orang pingsan saat Festival Berdendang Bergoyang di Istora Senayan Jakarta Pusat, Sabtu (29/10/2022).

Imbas dari kejadian tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat menghentikan festival ini karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan penonton.

Kendati begitu, pihak manajemen dari festival tersebut juga harus diperiksa oleh Polisi.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin mengungkapkan, pihaknya memeriksa penanggungjawab serta bagian perlengkapan.

Ia menyebut, kasus terus akan diproses apabila ditemukan adanya unsur pidana maka kasus ini akan terus diproses.

Bahkan, polisi tak menutup peluang adanya tersangka bila ditemukan adanya unsur pidana dalam insiden tersebut.

"Ya mana kala kita menemukan ada unsur pidana tidak menutup kemungkinan untuk kita proses," kata Komarudin beberapa waktu lalu.

Baca juga: Dua Hal Ini jadi Alasan Disparekraf DKI Izinkan Festival Berdendang Bergoyang Berujung Kekacauan

Komarudin menuturkan, polisi terpaksa menghentikan Festival Berdendang Bergoyang karena tak sesusai
dengan aturan jumlah penonton yang telah disepakati.

"Dari penilaian saya sudah overload atau over kapasitas, makanya kita hentikan," kata Kombes Pol Komarudin.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved