Gandeng Pelajar SMA dan SMK, Pemkot Jakarta Utara Gaungkan Budaya Nilai-nilai Anti Korupsi

Kampanye gerakan anti korupsi terus bergema di Jakarta Utara, melalui kegiatan Gebyar Anti Korupsi melibatkan para pelajar dan perangkat UKPD.

Dok. Sudin Kominfotik Jakarta Utara
Pemkot Jakarta Utara terus menggencarkan Gebyar Anti Korupsi dengan menggandeng pelajar SMA dan SMK. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Kampanye gerakan anti korupsi terus bergema di Jakarta Utara, salah satunya melalui kegiatan Gebyar Anti Korupsi yang melibatkan para pelajar dan perangkat UKPD terkait.

Dengan tema Jakarta Utara Keren Tanpa Korupsi, semua unsur di Jakarta Utara telah berkomitmen untuk mencegah terjadinya tindakan korupsi di berbagai sektor.

"Intinya adalah bagaimana kita bisa menanamkan sembilan nilai anti korupsi mulai dari jujur sampai sederhana kepada anak-anak sejak dini," ungkap Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim, Sabtu (5/11/2022).

Ia pun berharap kegiatan Gebyar Anti Korupsi dapat menjadi agenda rutin yang bukan hanya dilaksanakan di sekolah-sekolah tapi juga di tempat keramaian lainnya.

"Ini merupakan kegiatan edukasi dan bukti nyata untuk menunjukan komitmen bersama dalam upaya pemberantasan tindakan korupsi," kata Ali.

Baca juga: Selain Teddy Minahasa, Ini 3 Jenderal Bintang 2 Terjerat Pidana: Kasus Pembunuhan hingga Korupsi

"Apalagi ada Bus Anti Korupsi yang representatif menjadi satu moda untuk mensosialisasikan nilai-nilai anti korupsi ke beberapa tempat," sambungnya.

Rangkaian acara Gebyar Anti Korupsi yang telah berlangsung di SMK 1 Perguruan Cikini, SMKN 56 Jakarta, dan SMAN 13 Jakarta.

Ali berharap kegiatan ini menjadi pemacu dan motivasi bagi generasi penerus bangsa untuk membekali diri dengan sembilan nilai-nilai anti korupsi.

"Yaitu jujur, peduli, mandiri, disiplin, bertanggung jawab, kerja keras, berani, sederhana, dan adil," ucapnya.

Inspektur Provinsi DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat mengapresiasi gerakan anti korupsi ini.

Menurutnya, ini adalah ikhtiar bersama sehingga akan terbentuk pemahaman memgenai pentingnya implementasi dari nilai-nilai budaya anti korupsi.

"Bus Anti Korupsi akan berkeliling dari satu sekolah ke sekolah lainnya tapi nanti kita akan terus lanjutkan dengan mengunjungi RPTRA, Ancol, dan tempat keramaian lainnya," tutupnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved