Cerita Kriminal

Maling Profesional Beraksi 76 Kali di Bekasi, Gasak Motor Pakai Trik Angkat Roda Depan Kendaraan

Polres Metro Bekasi meringkus dua orang pelaku pencurian sepeda motor, mereka terbilang profesional karena telah beraksi 76 kali di berbagai wilayah.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
ISTIMEWA
Dua pelaku pencurian sepeda motor diringkus Polres Metro Bekasi, keduanya terbilang profesional karena sudah 76 kali beraksi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIKARANG - Polres Metro Bekasi meringkus dua orang pelaku pencurian sepeda motor, mereka terbilang profesional karena telah beraksi sebanyak 76 kali di berbagai wilayah Kabupaten Bekasi.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Polisi Gidion Arif Setyawan mengatakan, tersangka bernama Hendra Alias Bendot (33) dan Misar (40).

Aksi keduanya sempat viral di media sosial saat menggasak sepeda motor di Kontrakan Rawa Julang, Kecamatan Cibitung, Selasa (25/10/2022) lalu.

"Keberhasilan dari Polsek Cikarang Barat lagi, menindaklanjuti secara cepat informasi yang kemudian viral di dunia maya," kata Gidion, Rabu (9/11/2022).

Dalam rekaman CCTV yang viral, pelaku masuk ke dalam komplek kontrakan lalu menggasak sepeda motor dengan cara mengangkat roda depan.

"Itu dengan cara di angkat roda depan kemudian di tarik keluar. Kemudian di buka dengan kunci magnet," terang Gidion.

Baca juga: Tewas Disambar KRL di Cengkareng, Pria Bersweater Merah Tinggalkan Motor Dekat Rel

Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan pengembangan dan berhasil meringkus kedua tersangka beberapa waktu lalu.

"Setelah dari pengembangan, tersangka telah melakukan sebanyak 76 kali berdasakan laporan polisi di daerah kabupaten Bekasi mulai dari Januari 2022," jelasnya.

Dari tangan tersangka, pihaknya juga menyita barang bukti sembilan unit sepeda motor diduga hasil curian.

Pihaknya sejauh ini terus melakukan pengembangan, masih terdapat CCTV dan keterangan yang bisa digali untuk penyelidikan lanjutan.

"Ini belum final, kita akan evaluasi beberapa CCTV, untuk identifikasi terhadap pelaku, barangkali ada pengembangan ataupun identifikasi terhadap peristiwa," tegas dia.

Untuk tersangka Hendra, dia merupakan residivis kasus serupa yang pernah menjalani hukuman satu tahun delapan bulan pada 2015 silam.

Tersangka kini kembali berurusan dengan pidana, hanya saja hukumannya diprediksi jauh lebih berat karena kasus yang dilaporkan berjumlah 76 laporan.

"Kita satu LP (Laporan polisi) satu persidangan, berarti berapa nih satu LP aja 9 tahun (hukuman paling lama) di kali 76," tegas dia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved