Antisipasi Virus Corona di DKI

Kasus Positif Covid-19 DKI Masuk Level 3, Heru Budi Hartono Dorong Dinkes Percepat Vaksinasi Booster

Kasus konfirmasi mingguan di DKI Jakarta mencapai 106,63 per 100.000 orang, dan kasus perawatan mingguan di DKI Jakarta mencapai 6,59.

Nur Indah Farrah Audina/TribunJakarta.com
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono di Gedung DPRD DKI, Selasa (8/11/2022) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono dorong Dinas Keaehatan (Dinkes) DKI Jakarta percepat vaksinasi booster.

Hal ini menyusul kasus Positif Covid-19 di DKI Jakarta sudah memasuki level 3.

Di mana kasus konfirmasi mingguan di DKI Jakarta mencapai 106,63 per 100.000 orang, dan kasus perawatan mingguan di DKI Jakarta mencapai 6,59.

"Ya harus dipercepat booster dan Bu Kadis menjamin vaksin ada dan Kemenkes memback up. Mudah-mudahan bisa menurun lah. Semua harus booster," jelasnya di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2022).

Dilansir dari Kompas.com, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kasus konfirmasi Covid-19 di DKI Jakarta sudah memasuki level 3.

Baca juga: Heru Budi Hartono Tunggu Arahan Luhut Soal Kasus Covid-19 di DKI yang Kembali Meroket

Saat ini, kasus konfirmasi mingguan di DKI Jakarta mencapai 106,63 per 100.000 orang. Sementara itu, tren kasus perawatan mingguan di DKI Jakarta mencapai 6,59.

"Ternyata ada yang sudah masuk ke level 2 dan khusus untuk Jakarta kasus konfirmasi sudah masuk ke level 3," kata Budi dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Gedung Nusantara I DPR RI, Selasa (8/11/2022).

Budi mengungkapkan, penentuan level tiap provinsi mengacu pada threshold transmisi virus Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Batasan untuk kasus konfirmasi WHO adalah 20 kasus per 100.000 penduduk per minggu. Sementara itu, kasus yang masuk rumah sakit adalah 5 pasien per 100.000 penduduk per minggu, dan tingkat kematian adalah 1 kematian per 100.000 penduduk per minggu.

Mengacu pada batasan yang sama, kasus konfirmasi nasional masih terkendali.

"Angka-angka yang ada di Indonesia sekarang baik konfirmasi masih 11 jadi masih level 1. Hospitalisasi masih 1,95, itu juga dibawah 5 masih level 1. Dan fatality-nya juga masih 0,08 jadi di bawah 1," ucap Budi.

"Jadi ketiga indikator transmisi WHO kita masih di level 1 jadi masih terkendali," lanjutnya.

Di sisi lain, kasus Covid-19 di Kalimantan Timur juga meninggi. Budi menilai, hal ini dipengaruhi oleh banyaknya perjalanan dinas terkait pengembangan Ibu Kota Nusantara.

"Yang lainnya daerahnya masih tenang, kejadiannya naiknya sekarang di Jawa-Bali dulu," jelas Budi.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved