Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Dana Santunan Macet, Keluarga Korban Tragedi SJ182 Geruduk Kantor Sriwijaya Air di Bandara Soetta

Keluarga dari korban tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 menyambangi kantor Sriwijaya Air Tower di kawasan Bandara Soekarno-Hatta

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Puluhan keluarga dari korban tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 menyambangi kantor Sriwijaya Air Tower di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (11/11/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Puluhan keluarga dari korban tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 menyambangi kantor Sriwijaya Air Tower di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (11/11/2022).

Setahun berlalu sejak jatuhnya SJ182, namun belum mendapatkan dana santunan jadi alasan mereka datang ke kantor Sriwijaya Air.

Saat ini mereka tengah menggeruduk kantor Sriwijaya Air di Neglasari, Kota Tangerang, Jumat, (11/11/2022)

Salah satu pihak keluarga korban, Slamet Bowo Santoso mengatakan bahwa mereka belum mendapat santunan yang dijanjikan.

Kata dia, santunan yang dijanjikan tersebut mencapai Rp 1,5 Miliar.

"Meminta Sriwijaya Air segera mencairkan santunan sesuai UU Penerbangan. Rp 1,5 miliar tanpa harus tanda tangan RnD," kata Bowo kepada TribunJakarta.com, Jumat (11/11/2022).

Kata dia, santunan tersebut diminta sesuai rekomendasi komisi V DPR RI agar yang tersebut dititipkan ke pengadilan atau pihak ketiga.

Baca juga: Hari Ini, Keluarga Korban SJ-182 yang Belum Terima Santunan Bakal Datangi Kantor Sriwijaya Air

"Keluarga korban yang belum mengambil santunan tetap menolak menandatangani RnD yang disyaratkan karena bertentangan dengan UU Penerbangan," katanya.

"Meminta Sriwijaya Air bertanggungjawab penuh atas keperluan keluarga korban sampai kasus SJ 182 benar benar dinyatakan selesai," tambah Bowo.

Pihak keluarga juga meminta pihak maskapai tidak menggangu hak privasi keluarga korban yang menggugat ke Boeing Company di Amerika.

Puluhan keluarga dari korban tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 menyambangi kantor Sriwijaya Air Tower di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (11/11/2022).
Puluhan keluarga dari korban tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 menyambangi kantor Sriwijaya Air Tower di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (11/11/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

"Meminta presiden turun tangan mengatasi persoalan penerbangan di tanah air agar kejadian serupa tidak terus terulang. Cukup kami yang jadi korban jangan lebih banyak lagi," jelasnya.

Sebelumnya mereka telah menuntut hak tersebut ke kantor maskapai Sriwijaya Air di Cengkareng, Jakarta Barat namun tidak mendapat kepastian.

Mereka pun kemudian, menggeruduk kantor maskapai tersebut di Neglasari, Kota Tangerang.

Diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jatuh di perairan kepulauan seribu, DKI Jakarta pada Sabtu, (9/1/2021) lalu.

Dalam kecelakaan ini menewaskan 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang dan 12 awak.

Pesawat Sriwijaya Air itu terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, ke Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved