Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Sidang Ferdy Sambo Ditunda Karena G20, Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J: Tak Ada Hubungannya

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan untuk menunda sidang Ferdy Sambo pekan depan. Alasan karena pelaksaan G20.

Editor: Siti Nawiroh
YouTube Kompas TV
Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak menyebut alasan penundaan sidang Ferdy Sambo tidak rasional. Diketahui, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan untuk menunda sidang Ferdy Sambo pekan depan. Alasannya karena adanya pelaksaan G20. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak menyebut alasan penundaan sidang Ferdy Sambo tidak rasional.

Diketahui, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan untuk menunda sidang Ferdy Sambo pekan depan.

Alasannya karena adanya pelaksaan G20.

"Kalau saya melihat di sistem peradilan pidana kita itu ada yang namanya azas cepat, sederhana, biaya ringan."

 "Cepat adalah ada urgensi ataupun kebutuhan waktu untuk melakukan persidangan secepat mungkin, agar limitasi dari batas penahanan itu tidak terlewati itu yang pertama."

"Yang kedua agar masing-masing pihak baik terdakwa ataupun korban bisa mendapatkan kepastian hukum ya kemanfaatan dan keadilan."

"Nah dengan ditundanya dengan alasan G20 ini kurang rasional," kata Martin Lukas Simanjuntak, tim Kuasa Hukum keluarga Brigadir J, dikutip dari Kompas TV.

Baca juga: Disebut Susi Larang Brigadir J Naik ke Kamar Putri Candrawathi, Kuat Maruf Membantah: Tidak Pernah

Apalagi, lanjut Martin, jarak lokasi persidangan jauh dengan kegiatan pertemuan G20 di Bali.

"Dari segi geografis itu jauh jaraknya mungkin lebih dari 1000 kilometer. Jadi tidak ada hubungannya," lanjut Martin.

Humas Kejaksaan Agung sebelumnya juga mengatakan penundaan ini karena masalah teknis.

 Menurut Martin, selama persidangan berlangsung hal-hal teknis sudah sesuai dengan prosedur.

"Saya kurang mengerti apa yang dimaksud dengan teknis, toh juga persidangan ini kan disiarkannya hanya visual saja, audionya tidak"

"Jadi saya pikir kalau masalah penayangan ataupun teknis pelaksanaan, saya pikir sudah sesuai dengan prosedur."

"Kalaupun ada yang mau dirubah, saya pikir itu bukan dirubah tekni tapi strategisnya," jelas Martin.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved