Toko Obat di Cikarang Digerebek Polisi, Ternyata Benar Jual Ribuan Pil Eximer dan Tramadol

Diungkapnya, pembeli obat daftar G ini berasal dari sekitar kawasan Bekasi dan tersangka sengaja menjual secara eceran dengan harga cukup murah.

ist
Petugas Satuan Resnarkoba Polres Metro Bekasi menunjukkan barang bukti ribuan pil eximer dan Tramadol hasil penggerebekan toko obat di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, CIKARANG UTARA - Toko obat di Kampung Jati, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi digerebek polisi gara-gara terbukti melakukan peredaran gelap obat tramadol dan eximer alias pil kuning

Pengerebekan dilakukan Satuan Resnarkoba Polres Metro Bekasi bersama personel gabungan, ribuan butir obat daftar G disita polisi. 

Kasat Resnarkoba Kompol Dedi Herdiana mengatakan, penggerebekan berawal dari laporan masyarakat terkait dugaan penjualan obat tanpa resep dokter. 

"Pada Hari Jumat 11 November 2022, kami melakukan operasi gabungan pencegahan, pemberantasan dan penyalahgunaan obat daftar G," kata Dedi saat dikonfirmasi, Minggu (13/11/2022). 

Di toko tersebut lanjut dia, kerap menjual obat tramadol dan eximer ke pembeli yang mayoritas remaja atau pemuda. 

Baca juga: Rumah Pribadi di Tangerang Disulap Jadi Gudang Obat Terlarang, Ditemukan 49 Ribu Eximer

Dari informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan pengerebekan dan didapati barang bukti sebanyak 4.000 butir eximer dan 4.343 tramadol. 

"Kami juga mengamankan satu orang tersangka pemilik toko berinisial DS (31)," jelas Dedi. 

Diungkapnya, pembeli obat daftar G ini berasal dari sekitar kawasan Bekasi dan tersangka sengaja menjual secara eceran dengan harga cukup murah.

Baca juga: Warga Bekasi jadi Korban Penipuan Belanja Online Set Top Box: Paket Isi Garam hingga Sabun Colek

Baca juga: Tak Cuma di Bekasi, Pembunuhan Juragan Sembako Juga Pernah Terjadi di Depok: Pelaku Gank Teras

Kepada polisi, DS mengaku harga satu lembar tramadol dihargai Rp25.000 sedangkan eximer Rp10.000 per lembar. 

"Selain tersangka, kami juga mengamankan sebanyak 18 orang pemuda yang diduga sebagai konsumen untuk dimintai keterangan," tegasnya.

 

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved