Antisipasi Virus Corona di DKI

Kasus Aktif Covid-19 di DKI Tembus 23 Ribu, Dinkes DKI: Varian XBB Jadi Biang Keladinya

Kasus Covid-19 di DKI Jakarta kembali meroket, Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat, saat ini ada 23.056 kasus aktif di ibu kota.

TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, saat diwawancarai awak media, di GBK, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat - Kasus Covid-19 di DKI Jakarta kembali meroket, Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat, saat ini ada 23.056 kasus aktif di ibu kota. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kasus Covid-19 di DKI Jakarta kembali meroket, Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat, saat ini ada 23.056 kasus aktif di ibu kota.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 21.843 orang melakukan isolasi mandiri dan 1.213 pasien dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19.

Kepala Dinkes DKI Widyastuti mengatakan, peningkatan kasus ini tidak terlepas dari Covid-19 varian XBB.

"Peningkatan kasus ini ada berbagai faktor ya, tapi salah satunya adanya varian baru," ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (18/11/2022).

Anak buah Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta ini pun mengingatkan masyarakat bahwa pandemi Covid-19 belum usai.

Ia pun minta agar masyarakat tetap disiplin dan tertib dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Poinnya adalah kita tetap waspada dan tetap mengingatkan bahwa Covid-19 belum selesai, meskipun levelnya PPKM Level 1," ujarnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik Lagi, ASN di Jakarta Utara Diwanti-wanti Soal Protokol Kesehatan

"Tapi tetap kami ingatkan bahwa protokol kesehatan tetap harus dijaga, tetap pakai masker," sambungnya.

Untuk mencegah semakin meluasnya pandemi Covid-19, Dinkes DKI juga bakal terus memasifkan vaksin dosis ketiga atau booster.

Pasalnya, capaian vaksin booster di ibu kota masih tergolong rendah meski capaian vaksin dosis pertama dan kedua sudah sangat tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Balai Kota, Kamis (14/1/2021).
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Balai Kota, Kamis (14/1/2021). (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

Informasi yang diterima TribunJakarta.com, capaian vaksin booster di ibu kota masih di angka 5,1 juta jiwa.

Padahal, capaian vaksin dosis pertama di Jakarta mencapai 12,6 juta dan dosis kedua sudah 10,8 juta jiwa.

"Poin penting berikutnya adalah percepatan layanan vaksinasi, meski vaksinasi dosis pertama dan kedua sudah bagus, tali untuk booster masih perlu ditingkatkan," kata dia.

Oleh karena itu, Dinkes DKI terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menjamin ketersediaan stok vaksin Covid-19 di ibu kota.

Masyarakat yang belum mendapatkan vaksin booster pun diminta untuk segera mendatangi sentra-sentra vaksinasi.

"Saat ini suda ada Pfizer yang siap kami berikan, kami terus berkomunikasi dengan Kemenkes untuk penemuan vaksin di DKI," tuturnya.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved