Cerita Kriminal

Demi Konten TikTok, 2 Pemuda Buat Video Hoaks Pemalakan Sopir Truk di Kampung Rambutan

Sebuah video TikTok merekam pemalakan sopir truk yang melintas di kawasan Terminal Kampung Rambutan.

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Demi Konten TikTok, 2 Pemuda Buat Video Hoaks Pemalakan Sopir Truk di Kampung Rambutan
Istimewa
Dua pelaku penyebar video hoaks pemalakan sopir truk di Terminal Kampung Rambutan saat membuat video klarifikasi permintaan maaf, Ciracas, Jakarta Timur.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Sebuah video TikTok merekam pemalakan sopir truk yang melintas di kawasan Terminal Kampung Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur viral.

Dalam video yang beredar tampak seorang sopir truk menyerahkan uang kepada seorang preman ketika sedang antre mengisi bahan bakar minyak (BBM) di sebuah SPBU.

"Enggak ada pak, baru keluar. Ini nih Rp 5 ribu aja ya," kata sopir tersebut seraya menyerahkan uang kepada preman.

Kapolsek Ciracas Kompol Jupriono mengatakan pihaknya sudah mendapat aduan dari warga terkait video viral beredar di TikTok itu dan melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan jajaran Unit Reskrim Polsek Ciracas, video viral tersebut dipastikan hoaks yang dibuat demi konten oleh dua konten kreator berpura-pura menjadi sopir DNA preman.

Baca juga: Viral Pemalakan Sopir Truk di Jembatan Dua Penjaringan, Polisi Tangkap 3 Pelaku Kurang dari 24 Jam

"Sudah dilakukan penyelidikan, hoaks. Kita sudah amankan dua orang yang membuat konten dan menyebarkan menjadi berita bohong," kata Jupriono di Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (19/11/2022).

Dari hasil penyelidikan, konten video TikTok dibuat oleh Tri Satria Asmara (24) dan Deden Suryaman (23) di satu SPBU Jalan Mayjen Sutoyo, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Namun ketika diunggah di aplikasi TikTok, kedua pelaku membuat narasi hoaks seolah-olah kejadian pemalakan terjadi di SPBU area Terminal Kampung Rambutan, Kecamatan Ciracas.

"Yang bersangkutan atas nama Tri Satria Asmara kita amankan di Bogor pada Jumat (18/11). Dia pemilik akun TikTok Satria Asmara yang mengunggah konten video hoaks pemalakan," ujarnya.

Jupriono menuturkan Satria dan Deden sempat diamankan di Mapolsek Ciracas untuk proses pemeriksaan lebih lanjut atas konten hoaks yang sudah meresahkan warga tersebut.

Dua pelaku penyebar video hoaks pemalakan sopir truk di Terminal Kampung Rambutan.
Dua pelaku penyebar video hoaks pemalakan sopir truk di Terminal Kampung Rambutan saat membuat video klarifikasi permintaan maaf, Ciracas, Jakarta Timur.

Kepada jajaran Unit Reskrim Polsek Ciracas, keduanya mengaku nekat membuat video hoaks pemalakan demi mendapat banyak penonton dan agar konten dapat mendulang uang.

"Kita amankan mereka dengan barang bukti handphone yang digunakan untuk membuat konten dan mengunggah video ke TikTok. Akibat video hoaks ini banyak warga resah," tuturnya.

Meski kedapatan menyebarkan berita bohong, Jupriono mengatakan Satria dan Deden tidak dikenakan proses hukum lebih lanjut atas ulahnya membuat video palsu pemalakan.

Mereka hanya diminta untuk membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan serupa, dan membuat video klarifikasi melalui akun TikTok bahwa tidak menjadi korban pemalakan.

"Sudah kita minta buat video klarifikasi bahwa kasus pemalakan itu hoaks, hanya demi konten agar ditonton banyak orang. Keduanya sudah kita serahkan ke pihak keluarga. Hanya dibina," lanjut Jupriono.

Dalam video klarifikasi pernyataan dibuatnya, Satria dan Deden menyampaikan pengakuan bahwa ulah mereka tersebut salah dan permohonan maaf telah meresahkan warga.

"Bahwa video tersebut tidak benar dan tidak terjadi pemalakan terhadap diri saya di Kampung Rambutan. Dengan ini saya memohon maaf aparat kepolisian dan seluruh masyarakat," kata Satria.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved