Usai Diserang OTK, Penghuni Apartemen di Penjaringan Akhirnya Gelar RUALB Tunjuk Sejumlah Caretaker

RUALB akhirnya digelar hari ini setelah pekan lalu ditunda lantaran kuota forum tak memenuhi persyaratan. 

Gerald Leonardo Agustino/TribunJakarta.com
Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Apartemen Pantai Mutiara akhirnya mengadakan Rapat Umum Anggota Luar Biasa (RUALB), Sabtu (19/11/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Apartemen Pantai Mutiara akhirnya mengadakan Rapat Umum Anggota Luar Biasa (RUALB), Sabtu (19/11/2022). 

RUALB akhirnya digelar hari ini setelah pekan lalu ditunda lantaran kuota forum tak memenuhi persyaratan. 

"Jadi hari ini tanggal 19 November 2022 telah dilakukan Rapat Umum Anggota Luar Biasa (RUALB) P3SRS Pantai Mutiara, undangan kedua," kata panitia RUALB P3RS Pantai Mutiara, Melanie Sidharta

Melanie menjelaskan, agenda utama dalam RUALB ini adalah pemberhentian pengurus dan pengawas P3SRS Pantai Mutiara yang lama.

Ada pula evaluasi kepengurusan dan kepengelolaan yang dilakukan oleh badan pengelola yaitu PT SMR terkait dengan tidak adanya tanggung jawab terhadap kasus keributan di tanggal 12 September lalu. 

Baca juga: Stres Tak Bisa Pulang, Wanita Asal Inggris Ditemukan Tewas Tak Wajar di Balkon Apartemen Tangerang

Rapat memutuskan untuk diangkat pelaksana tugas atau caretaker pengurus P3SRS Pantai Mutiara.

"Untuk selanjutnya caretaker ini memfasilitasi untuk diadakannya rapat umum anggota untuk menentukan pengurus dan pengawas P3SRS Pantai Mutiara yang baru," jelas Melanie. 

Melanie mengatakan, RUALB hari ini diikuti sebanyak 76 dari total 396 pemilik unit apartemen. 

Hasil RUALB, para caretaker yang ditunjuk hari ini meliputi beberapa penghuni dan pemilik unit apartemen.

"Ada Plt. Pengurus bapak Suryadi Srijaya, sekretaris Plt. pengurus bapak Toni Lukito, bendahara Venny Budiwardana, Plt. bidang kepenghunian Harianto, Plt. bidang kepengelolaan Lam Endang Wijaya," jelas Melanie. 

Melanie berharap setelah RUALB dan penunjukan caretaker, ada transparansi keuangan hingga kenyamanan serta keamanan yang terjaga di apartemen tersebut.

Terutama setelah penyerangan orang tak dikenal (OTK) September silam, banyak penghuni yang masih merasa tak aman. 

"Setelah kejadian penyerangan 12 September lalu, kami dan banyak warga lainnya merasa keamanan kami sudah tidak terjamin 100 persen," ucap Melanie. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved