Akan Gugat BPOM dan Kemenkes, Orangtua Korban Gangguan Ginjal Akut: Kemana Lagi Kami Minta Keadilan

Sejumlah orangtua dari anak-anak yang meninggal akibat gangguan ginjal akut karena konsumsi obat sirup yang tercemar akan menggugat BPOM dan Kemenkes

Deherba.com
Ilustrasi ginjal 

TRIBUNJAKARTA.COM -- Sejumlah orangtua dari anak-anak yang meninggal akibat penyakit gangguan ginjal akut karena konsumsi obat sirup yang tercemar larutan etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG), akan menggugat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), BPOM, dan beberapa perusahaan farmasi.

Orang tua korban menganggap BPOM, Kemenkes serta sejumlah perusahaan-perusahaan farmasi lalai dan lambat dalam mengawasi peredaran obat-obatan dengan cemaran berbahaya.

“Semua alat di rumah sakit terpasang di badan anak kami. Dari yang paling kecil umur 6 bulan, 9 bulan, sampai anak saya yang 8 tahun. Yang tidak akan terbayangkan, tidak akan bisa melupakan seumur hidup, itu terpasang di anak-anak kami.

Yang hari sebelumnya masih main bola, sebelumnya masih sekolah, masih ujian, masih lari-lari sana-sini,” ujar Safitri yang hadir dalam acara Media Briefing Korban Gagal Ginjal Akut Menggugat (Class Action) di Jakarta pada akhir pekan lalu.

Baca juga: Dinkes DKI Pastikan Belum Ada Kasus Baru Gagal Ginjal Akut Pada Anak Sepanjang November 2022

Safitri mengaku kecewa kasus gangguan ginjal akut baru mendapat atensi serius dari pemerintah, padahal kasus sudah terdeteksi sejak Januari 2022.

"Pengadaan obat penawar juga lambat setelah jatuh korban ratusan anak. Saya menyayangkan kenapa tidak ada awareness.

Kenapa dari pihak IDAI, Kemenkes tidak ada awareness. Tracing dari awal, ada kasus baru yang memang belum diketahui penyebabnya, tapi setidaknya anak-anak atau pasien ini punya satu benang merah yang sama.

Dengan gejala bermacam-macam yang berbeda, rentang waktu yang berbeda, tapi sama-sama satu, dia demam dan tidak bisa buang air kecil,” tambah Safitri.

Baca juga: Dinkes DKI Klaim Tak Ada Penambahan Kasus Gagal Ginjal Akut di Jakarta Sejak 31 Oktober 2022

Menurut Safitri, tuntutan class action kepada pihak itu diambil untuk menuntut tanggung jawab dari seluruh pihak yang membuat sistem pengawasan tidak berjalan dengan semestinya.

“Yang kita hadapin kan lembaga-lembaga yang abai, yang merasa sudah mengerjakan tugasnya tapi tidak dikerjakan, dan kemana lagi kami harus minta keadilan,” katanya lagi.

Berikut lembaga dan perusahaan uanh digugat oleh para orangtua yakni BPOM, Kemenkes, PT Afi Pharma, PT Universal Pharmaceutical Industries (UPI), PT Tirta Buana, PT Logicom Solution, PT Mega Setia Agung, CV Mega Integra, CV Budiarta.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Orangtua Korban Gangguan Ginjal Akut Gugat BPOM dan Kemenkes, Dianggap Lalai Awasi Obat Sirup.
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved